
How Many (Tote) Bags Are Too Many?
Setiap canvas tote bag yang saya miliki punya cerita istimewa sendiri.
Hari gini siapa yang nggak punya tote bag? Saya sendiri punya 11! The original tote bag, ya. Karena ada juga luxury fashion label yang mengeluarkan koleksi tote bag. Dan saya bukan membahas yang itu. Pada dasarnya tote bag yang terbuat dari kain kanvas punya ukuran yang standar. Tapi kenapa saya perlu lebih dari sepuluh?
Jadi gini, satu hal wajib setiap berkunjung ke museum atau pameran, untuk saya, itu gift shop! Kenapa? Karena pasti ada tote bag-nya! Yang pasti ada tote bag dengan branding museum, sama satu lagi desain tematik setiap pameran.
Untuk saya, tote bag itu tas yang paling berguna. Kalau dalam kamus fashion, versatile katanya. Kata ‘tote’ sendiri artinya ‘to carry’. Desainnya gitu-gitu saja, muatnya banyak, paling gampang dibawa-bawa, mudah dibersihkan, paling multifungsi, dan bisa dipakai siapa saja! Terus satu lagi, kalau bosan, kita bisa upcycle atau daur ulang sesuka hati. Hari ini tas kamu bisa jadi tas laptop dan pernak-pernik ke kantor, besoknya jadi tas belanja bulanan dadakan. The bag serves its purpose, kan?
“Cukup ya, tote bag kamu sudah banyak banget!” Itu kata teman saya setiap kali lagi bahas tote bag. Am I a sucker for tote bags? Perhaps. Saya juga nggak sadar kalau ternyata saya sudah punya banyak banget. Selain gift shop museum, saya juga suka beli tote bag di toko buku, supermarket, dan beberapa edisi spesial dari label fashion. Jadi di artikel ini, saya mau kasih tahu setiap tas tote yang aku punya.
Art & Design Related Tote


Saya punya dua tote bag dari dua pameran di Museum MACAN. Ada yang berukuran besar dan medium, dan kombinasi warnanya juga bagus. Saya juga memperhatikan kualitas dari setiap tas-tas ini. Tali yang lebar itu bisa memberikan support yang bagus dan kuat. Ada juga yang punya dua opsi strap, yang panjang dan yang pendek. Yang paling terakhir karena terbuat dari materi yang durable.

Di ukuran terkecil, saya punya tas yang bertuliskan “mind, health, music, body”. Ini dari pameran Tribute to Ryuichi Sakamoto di Tokyo, Jepang. Bisa dilihat dari warna dan kualitas kain yang worn, tas ini udah sering sekali saya cuci dan pakai. Selain kualitas, hubungan emosional juga sering jadi faktor di balik pembelian tote bag. Seperti yang mungil ini, saya beli karena saya pendengar Ryuichi.
Tas dari acara balai lelang seni di Hong Kong juga jadi salah satu yang saya simpan. Desainnya sangat standar. Lagipula, untuk balai lelang se-prestisius Christie’s, serpertinya tidak perlu branding yang berlebihan juga. Ini saya dapat beberapa tahun lalu saat menghadiri acara seasonal auction-nya.
Tote Bag But Make It Fashion?

Desain setiap tas dari Brigitte Tanaka sebetulnya sangat fragile, karena terbuat dari organza. Kalau kamu sudah pernah lihat brand ini, pasti aware kalau koleksi-koleksinya itu unik dan macam-macam banget. Saya punya warna hitam dengan desain dog bag. Dan, saya juga sering mendapat komplimen kalau lagi pakai tas ini.

Waktu beli tote bag dari Margaret Howell ini saya juga bertanya-tanya akan dipakai kemana. Karena ukurannya unik. Sempat lama tersimpan, akhirnya saya pakai tote bag kalau sedang weekend getaway dalam kota. Biasanya saya memasukan long fins untuk freedive, pernah juga menjadi garment bag karena mendadak, satu kali pernah saya jadikan flower bag dengan stem yang belum dipotong.
Mini Me


Sudah banyak tote bag berukuran besar, saya juga punya yang kecil. Seringnya tote bag berukuran kecil ini saya jadikan tempat bekal kalau ke kantor, sedang belanja bulanan. Tapi pernah juga sebagai go-to bag berminggu-minggu. Memang ukurannya kecil, tapi saya tetap bisa membawa banyak barang. Kantong di bagian luar juga jadi sentuhan yang pas.
Emotional (Tote) Bag

Seperti yang saya tulis sebelumnya, perasaan juga sering jadi faktor saya membeli tote bag. Seperti tas almamater dari University of The Arts London.
Ada juga tas yang diberikan oleh teman saya sebelum pindah ke luar Indonesia untuk durasi yang panjang, tote bag dari toko buku Aksara Kemang dengan lirik dan not balok Indonesia Raya sebagai desainnya. Sebagai pengingat untuk jangan lupa pulang.

Dan yang terakhir, dan yang paling baru di koleksi saya: tote bag dari Adidas waktu Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris. Acara yang disaksikan satu dunia, dan tidak akan diulang di tempat yang sama dalam beberapa tahun ke depan.
Nah, kalau saya punya 11. Kamu punya berapa?


