Menggantikan Anna Wintour, Chloe Malle Resmi Menjadi Vogue Head of Editorial Content

Sudah menjadi bagian dari Vogue sejak tahun 2011, Chloe Malle akhirnya ditunjuk oleh Anna Wintour sebagai penggantinya mulai tahun ini.

Setelah 37 tahun lamanya menjadi pemimpin Vogue, Dame Anna Wintour kini memberikan kesempatan untuk orang lain, paling tidak untuk merasakan posisi yang “mendekati” posisinya selama ini.

Nama Chloe Malle memang belakangan ini menjadi sorotan para fashion enthusiast, terlebih lagi mereka yang memang menjadikan Vogue sebagai kiblat media fashion dunia. Chloe Malle secara resmi mengumumkan jabatan barunya di Vogue sebagai Head of Editorial Content yang digadangkan sebagai posisi yang akan mengisi kekosongan Anna Wintour, meskipun sang legenda tidak benar-benar hengkang dari ranah tersebut karena masih tetap menjabat sebagai Chief Content Officer di Condé Nast yang menaungi media-media ternama seperti Vogue, Wired, Vanity Fair, GQ, AD, Condé Nast Traveler, Glamour, Bon Appétit, Tatler, World of Interiors, Allure dan masih banyak lagi.

Hadirnya Anna Wintour pada lanskap media fashion memang patut diapresiasi besar-besaran. Selama masa kepemimpinannya sebagai Editor in Chief, Anna Wintour membawa media dan industri fashion ke perubahan besar. Mulai dari menampilkan model dengan jeans pada tahun 1988 hingga menampilkan Madonna sebagai pop star pertama di sampul majalah pada tahun 1989.

Lalu, apa yang kira-kira akan di bawa oleh Chloe Malle sebagai “penerus” Anna Wintour di Vogue?

Pada kesempatan interview-nya dengan New York Times, Chloe Malle mengatakan bahwa tidak akan ada yang bisa menggantikan Anna Wintour, bahkan menjadi tiruan persisnya pun tidak akan membantunya untuk berhasil dalam posisi yang ia duduki sekarang.

Baca juga: Fashion, But In This Economy

Chloe Malle yang sudah bergabung dengan Vogue sejak tahun 2011 sebagai Social Editor merupakan anak dari orang tua yang cukup terkenal, Candice Bergen dan Louis Malle yang merupakan sosok ternama dalam industri film. Meskipun ada saja yang mengecap dirinya sebagai “nepo baby,” karirnya di Vogue seharusnya membuktikan bahwa ia adalah jurnalis yang menaiki tangga karirnya dengan kemampuan yang mumpuni.

Berawal dari Social Editor di tahun 2011, ia memimpin berbagai coverage terkait wedding dan kegiatan sosial sebelum akhirnya menjadi Contributing Editor pada tahun 2016 sampai 2023. Pada tahun 2023, Chloe Malle menjadi Editor di website Vogue dan memberikan dampak besar dengan adanya kenaikan traffic di bawah kepemimpinannya.

Meskipun ia mengatakan bahwa tidak mungkin akan ada yang bisa menggantikan posisi Anna Wintour, Chloe Malle yang namanya kini menjadi sorotan berbagai media siap membuat perubahan besar di Vogue, menurut New York Times. Sebagai Head of Editorial Content, ia akan membatasi jumlah perilisan print issues Vogue dengan meninggalkan monthly issues dan menyimpannya untuk tema-tema khusus serta acara budaya.

Akan seperti apa Vogue di tangan Chloe Malle? Hanya waktu yang dapat mengungkapnya. Bagaimana menurut kamu?

Images: Courtesy of Getty Images

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *