
Koleksi Debut Louise Trotter untuk Bottega Veneta
Menjadi salah satu dari sedikitnya creative director perempuan di industri fashion, Louise Trotter unjuk bakat terkait visinya untuk Bottega Veneta di Milan Fashion Week 2026.
Hadirnya Louise Trotter yang menyandang titel baru sebagai creative director untuk Bottega Veneta seharusnya menjadikan rumah mode ini menjadi new-new Bottega. Koleksi debutnya pada Milan Fashion Week untuk Spring/Summer 2026 berhasil mendapatkan banyak perhatian dari seluruh kalangan fashion enthusiast yang hadir maupun yang hanya melihatnya sekadar dari layar kaca saja.
Meskipun memang nama Louise Trotter bukanlah nama yang masuk ke ranah mainstream desainer, namun namanya cukup dikenal atas talenta dan visinya yang dihargai di industri ini. Dari Lacoste, Tommy Hilfiger, hingga Carven dan Joseph, Trotter dan kemampuannya dalam mengolah warisan dan kode khas dari masing-masing label patut diacungi jempol.
Baca juga: Coach Spring 2026: Reinterpretasi Budaya Gen Z
Apabila ingin membahas tentang koleksi debutnya bersama Bottega Veneta, paling tidak kita harus memulainya dengan invitation dari acara peragaan Bottega Venetta yang disebarkan kepada para undangannya. Sempat ramai di media, invitation peragaan koleksi Spring/Summer 2026 oleh Bottega Veneta hadir dalam bentuk yang unik, eye-catching, sekaligus inovatif. Bagaimana tidak, undangannya hanyalah berbentuk selembar kulit datar yang diberi garis-garis kisi (lattice) sebagai pola lipatan yang apabila ditarik dapat berubah menyerupai tas jaring. Berdasarkan hasil liputan Vanessa Friedman dari The New York Times, undangan ini digunakan sebagai tas jinjing oleh banyak tamu yang hadir pada hari peragaannya di Milan Fashion Week.
Mengisi posisi Matthieu Blazy yang pergi meninggalkan Bottega Veneta untuk Chanel, Louise Trotter membawakan karya-karya yang halus sekaligus modern untuk menyeimbangkan masa lalu dan masa kini. Melanjutkan siluet-siluet oversized dan wide-shoulder ala Blazy, ia turut menambahkan sentuhan-sentuhan feminin yang mengeksplor kelembutan dengan kemeja piyama berbahan katun yang rapi dan celana longgar yang ringan.


Bottega yang selalu identik dengan craftmanship yang artistik pada juga ditunjukkan dengan jelas oleh kemampuan Trotter dalam mengedepankan visinya. Trotter melakukannya dengan mengandalkan ciri khas Bottega Veneta, yaitu motif anyaman kulit Intrecciato yang pertama kali diciptakan oleh pendiri merek ini, Michele Taddei dan Renzo Zengiaro pada tahun 1966 dan semakin terkenal berkat creative director perempuan pertamanya, Laura Braggion.
Tidak hanya pada tas, Trotter juga menggunakan teknik Intrecciato sekaligus menekankan craftmanship-nya pada beberapa potongan artikel yang melenggang di runway ini. Terdapat trench coat, kerah jas tuksedo, ikat pinggang, mantel, kerah baju, hingga bagian atas sepatu yang semuanya disuguhkan dalam bentuk Intrecciato. Dengan banyaknya suguhan Intrecciato yang hadir hampir di semua artikel, koleksi Bottega Veneta untuk Spring/Summer 2026 terasa seperti festival Intrecciato.


Intrecciato Bottega yang memiliki makna setara dengan bouclé tweed bagi Chanel ini juga dimodifikasi oleh Trotter pada beberapa desainnya. Ia mengecilkan ukuran anyaman kulit tersebut untuk memaksimalkan kilau mewahnya seperti pada sweater,t-shirt, hingga jubah serupa yang membutuhkan waktu selama 4.000 jam untuk dibuat.


Tidak hanya Intrecciato saja yang menjadi lahan bermain Trotter, ia juga tampak senang bermain dengan material alternatif lain seperti bulu-bulu yang ia jadikan sweater, rok, bahkan gaun. Uniknya, bulu-bulu ini terbuat dari recycled fiberglass yang memantulkan sinar dari lampu runway. Hadir dalam warna merah, biru, oranye, hitam, dan emas, deretan artikel ini menawarkan sisi estetika Trotter.



Membicarakan Bottega Veneta tentunya kita harus membahas tentang tas-tas yang dihadirkan untuk koleksi ini. Louise Trotter yang mempertimbangkan estetika sekaligus kesuksesan rumah mode ini, merombak ulang model-model tas ikonik Bottega Veneta untuk koleksi Spring/Summer 2026. Sebagai contoh, Lauren Bag dirancang ulang dengan proporsi baru yang besar dan praktis untuk penggunaan sehari-hari. Begitu pun dengan Knot Bag yang diinterpretasi ulang dengan meninggalkan struktur minaudière-nya yang kaku dan kini menjadi lembut serta dapat dilipat.


Pertunjukan debut Louise Trotter untuk Bottega Veneta dapat dikatakan sebagai spektakel warna dan bentuk. Koleksinya yang menampilkan warna-warna bumi yang dalam hingga statement color yang pekat, semuanya memiliki proporsi yang seimbang. Jika membicarakan tentang tekstur, koleksi ini terasa timeless dan kontemporer di saat yang bersamaan.

Koleksi Spring/Summer 2026 Bottega Veneta di Milan fashion Week menandai langkah untuk era baru rumah mode ini di tangan Louise Trotter.
Images: Courtesy of Bottega Veneta


