
The Rise of Chrome Hearts yang Tak Pernah Tenggelam
Memiliki ciri khas yang tidak pernah bisa terlewatkan ketika siapapun melihatnya, kini Chrome Hearts menaiki tangga pamor yang signifikan di industri fashion.
Sekitar dua hingga tiga tahun terakhir, Chrome Hearts seperti bangkit dari kubur bagi sebagian besar orang yang baru tahun nama ini. Diawali dari artikel seperti trucker hats yang banyak diduplikasikan, denim jeans yang ikonis lewat cross patch berukuran besar sebagai bentuk statement, hingga hoodie dengan grafis klasik Chrome Hearts; semuanya seperti ingin menggunakan Chrome Hearts from head to toe.
Baca juga: Nevold: CHANEL’s Quiet Move Toward Circular Luxury
DNA Chrome Hearts lebih dikenal hari ini karena dipengaruhi para rapper seperti Playboi Carti dengan vamp fashion hingga meledaknya streamer layaknya Kai Cenat, yang mana semuanya menggunakan produk dari brand asal Inggris ini. Market nama-nama itu yang sangat besar jelas membuat Chrome Hearts mendapatkan angin segar.
Padahal Chrome Hearts tidak pernah bisa dikatakan “bangkit kembali”. Richard Stark, John Bowman, dan Leonard Kamhout selaku founder selalu ada di titik yang sama sejak dulu, yakni menjadi brand silverware dengan konsep yang terlihat misterius, lowkey, namun juga mythical. Alasannya karena semuanya dimulai dari produk jewelry yang kemudian merambah ke berbagai pakaian fashion lainnya, yang tak hanya menjadi syarat untuk menaikkan sales saja, tapi berhasil mengubah tema dunia fashion secara masif.
Chrome Hearts Telah Bertahan Hampir Empat Dekade

Hampir empat dekade Chrome Hearts berjalan dengan visi misi yang tak pernah berubah. Bahkan ciri khas mereka yang menggunakan simbol salib pun terus dipertahankan hingga detik ini. Tidak ada usaha untuk mengubah konsep atau bahkan menjawab tren masa kini yang terus berubah-ubah. Sejak awal, Chrome Hearts memang selalu ada di tengah-tengah kita, namun cakupannya belum sebesar saat ini.
Baca juga: Digital Product Passport: What It Is and Why It Matters
Semua orang berlomba-lomba ingin memiliki Chrome Hearts. Bahkan tak terkecuali para purist fashion di temanya masing-masing. “Setidaknya punya satu cincin Chrome Hearts,” ucap mereka. Oh iya, value terbesar brand ini memang bukan di pakaiannya, tapi di jewelry yang menggunakan material silver dengan beragam desain distingtif dan pastinya intimidatif.

Bukan hanya itu saja. Chrome Hearts juga tak pernah lepas dari produk-produk “aneh bin ajaib” yang mereka ciptakan untuk menunjukkan sisi uniknya. Contohnya dari ring basket, raket tenis meja, salt and pepper shakers, serutan pensil, Rubik cube, dan masih banyak lagi. Apa yang mereka buat itu tidak bisa sebagai gimmick semata.


Mereka ingin menunjukkan craftsmanship terbaik yang bisa membuat beragam produk—dari yang useful atau hanya sebagai koleksi semata—sebagai bentuk pembuktian seberapa lebar keahlian mereka dalam menciptakan produk yang tak terpikirkan sebelumnya.
Kemampuan produksi Chrome Hearts juga jauh lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya seperti Goro’s atau First Arrow’s yang jauh lebih niche dengan berfokus kepada silverware/jewelry saja. Apalagi didukung pula oleh target audience yang makin ke sini makin banyak yang tahu dan ingin memilikinya. Makanya tidak aneh kalau suatu waktu, kamu bisa menemukan toko unauthorized seller yang khusus menjual produk Chrome Hearts saja. Begitu juga akun-akun Instagram yang mengoleksi Chrome Hearts dengan range produk yang segitu gilanya.


Beberapa influencer fashion lokal pun mulai bermain di ranah Chrome Hearts dengan kemampuan mereka membeli produk seharga fantastis. Sebut saja pasangan Kent Hadi dan Lystia yang sudah sering mengunggah Chrome Hearts haul di media sosial mereka. Belum lagi influence yang sangat besar dari brand ini hingga membuat banyak jenama jewelry lokal memainkan Chrome Hearts aesthetic di beberapa produk yang dirilis.



Akses membeli Chrome Hearts juga tak terlalu sulit. Terbang saja ke Tokyo. Kamu bisa datang ke tokonya yang selayaknya rumah megah di kota London pada era 80-an. Belum lagi ketika kamu masuk ke sana, maka segala produk di dalamnya merupakan produksi mereka, tanpa terkecuali. Sebuah experience yang harus kamu coba sekali seumur hidup walaupun nantinya tak membeli apa-apa di sana.
Chrome Hearts memang sedang berada di puncak tertinggi setelah berjalan dan menjalar pelan-pelan tanpa banyak dentuman marketing. Mereka memposisikan diri sendiri seperti menggunakan kacamata kuda; bernas, fokus ke satu jalan yang sama, dan tak pernah terdistraksi oleh tren dan segala macam hal baru di luar sana.


