Ketika Tren Tas Kerap Berputar Seiring Waktu

Ketika koleksi Chanel mahakarya Matthieu Blazy dipertontonkan di Paris musim semi ini, salah satu yang menarik perhatian saya adalah beberapa koleksi tas yang diperkenalkan tampak ‘mengulang’ tas yang pernah diperkenalkan Chanel sebelumnya. Sebut saja Chanel Cerf Executive Tote yang populer pada awal 2000-an, identik dengan professionalism dan strukturnya yang kokoh, tas ini tiba-tiba muncul kembali dengan nama Small Shopping Bag dengan siluet yang mirip, alhasil menjadi salah satu most-wanted bag di koleksi Spring 2026. Mereka yang mengetahui lebih dahulu tentu memiliki insting untuk mencari versi vintage-nya yang saat itu masih dijual dengan harga cukup terjangkau. Beberapa fashion influencer pun terlihat men-styling tas ini dengan gaya yang lebih kasual namun tetap terlihat chic. 

Baca juga: 5 Tas Termahal di Dunia: Koleksi Luxury yang Bikin Gen Z Penasaran!

And guess what? It didn’t last long. Terbukti beberapa hari lalu, saya mendapati salah satu akun Instagram yang menjual preloved luxury bags mengupload story, bahwa mereka mencari siapapun yang ingin menjual Chanel Cerf Executive Tote dan ingin membelinya secara putus. Wow, saya bergumam. Tren tas yang berputar ini ternyata nyata adanya.

Sebelum fenomena ini, hal yang sama terjadi pada Chloé Paddington Bag. Dua dekade lalu, pada tahun 2005, tas ini menjadi simbol era bohemian-luxe. Nama-nama seperti Kate Moss, Siena Miller, hingga Jennifer Lopez menenteng tas yang identik dengan padlock tersebut.

Baca juga: Dari Pedro Pascal sampai Jacob Elordi, Deretan Seleb Cowok Ini Punya Koleksi Tas Mengesankan

Musim gugur tahun lalu, tas Paddington kembali muncul dengan beberapa tweak oleh Creative  Director Chloé. Chemena Kamali yang memulai kariernya di rumah mode tersebut pada era Phoebe Philo — sosok di balik desain original Paddington — menghidupkan kembali tren tas tersebut. Beberapa selebriti papan atas terlihat menenteng the new Paddington, seperti Katie Holmes yang terlihat membawanya di sela-sela syuting dan Dua Lipa yang membagikan momen kesehariannya dengan tas Paddington di Instagram. 

What does it really mean? Apa sebenarnya makna dari perputaran tren tas ini?

Selain faktanya banyak rumah mode yang nampak melihat nostalgia marketing sebagai kesempatan, khususnya untuk menyentuh emosi dan mengingatkan para penyuka tas ini di masa silam, hal tersebut pun juga membuka rasa ingin tahu untuk generasi baru penasaran dengan apa spesialnya kedua tas tersebut yang membuat keduanya kembali populer. 

Namun, satu hal yang terbersit di pikiran saya: Apakah tren tas atau fashion benar-benar berputar ya? Atau sebetulnya, cuma nunggu momen yang tepat untuk di reinterpretasi? 

Tas yang sudah lama ditinggalkan, bahkan tidak hanya dalam hitungan tahun tapi puluhan tahun, ternyata bisa juga ya jadi tren lagi. Dulu Mama dan kakak perempuan saya punya baik tas Chanel Cerf Executive Tote dan Chloe Paddington, cuma sayangnya keduanya sudah dijual karena ketertarikan mereka akan model tas lain. 

Kini, melihat keduanya kembali, ada semacam kesadaran bahwa dalam fashion, sepertinya tidak ada yang benar-benar selesai, terutama kalau kita genuinely memang menyukai barang tersebut. Mungkin bicara tren, hanya perlu waktu untuk menemukan relevansinya kembali?

Bagaimana pendapat kamu tentang tren tas ini?

Images: Courtesy of Marie Claire, Pinterest

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *