Properti Hotel yang Kita Pilih Menunjukkan Karakter Kita

Hotel seringkali direduksi menjadi simbol kemewahan semata, tetapi jarang  yang membahas bagaimana setiap properti sesungguhnya memiliki ‘bahasa’ yang terasa ketika selaras dengan karakter pengunjungnya. 

Semakin dalam saya memahami dunia hospitality dan terekspos dengan berbagai brand, semakin jelas bahwa pengalaman menginap tak berhenti dari aspek-aspek yang kasat mata saja, namun juga dengan apa yang dirasakan oleh saya sebagai pengunjung. 

Baca juga: 7 Hotel Aman Paling Populer, Keindahan di Lokasi yang Eksklusif

Awalnya, saya berhenti di seberapa beragam pilihan saat breakfast yang sesuai dengan preferensi saya. Sejak memiliki anak, tentu keberadaan Kids Club pun masuk ke checklist saya. But apparently, I’ve been missing out on a lot of things that the hotels have been trying to communicate. Mulai dari arsitektur jenis tertentu dari lobi hingga kamar hingga program yang dirancang mulai dari sports, culture hingga wellness. 

Pada titik ini, preferensi tidak lagi bersifat umum, melainkan menjadi sangat personal. Mereka yang memiliki jam terbang tinggi dalam memilih hotel cenderung tidak lagi “mencoba semuanya”, tetapi mulai mengenali pola dan memilih properti yang terasa paling merepresentasikan diri mereka. 

Pada tahun 2025, sebanyak 33 properti di Indonesia dianugerahi Michelin Key oleh Michelin Guide, sebuah sistem penilaian untuk hotel yang posisinya setara dengan Michelin Star di dunia restoran. Dari jumlah tersebut, tiga properti meraih penghargaan tertinggi, yaitu three key: Mandapa a Ritz Carlton Reserve di Ubud, Nihi Sumba, serta Amanjiwo. Penghargaan ini menjadi angin segar bagi industri hospitality – bagaimana Indonesia memiliki banyak sekali properti yang bersaing di taraf internasional.

hotel amanjiwo
roomservice walkway.tif

Berkaca dari tiga properti yang meraih three key, masing-masing memiliki pendekatan berbeda dan pada akhirnya menarik karakter traveler yang berbeda pula. Di Amanjiwo, keheningan mungkin kata yang tepat untuk apa yang dicari para traveler yang memilih properti di Magelang ini. Mereka yang mengapresiasi budaya dan sejarah Indonesia akan sangat menikmati pengalaman bermalam di properti yang memiliki 36 kamar ini. Mata dimanjakan dengan desain karya Ed Tuttle, inspirasinya ditarik dari candi dan dituangkan dalam bentuk candi yang berpilar.

Aktivitas di resort pun dapat disesuaikan dengan minat traveler – mulai dari private guide ke Borobudur dan menikmati sunrise, trekking, keliling Borobudur naik sepeda, hingga menikmati sunset martini di pinggir sawah dengan view Gunung Merapi dan dinner di Rumah Pak Bilal dimana beliau akan memasak beberapa hidangan tradisional untuk dinikmati. 

Jika Amanjiwo menawarkan ketenangan melalui sejarah dan budaya yang kental, Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve terasa lebih relevan bagi traveler yang mencari restorasi melalui wellness. Berbeda dari properti Ritz-Carlton pada umumnya, Reserve dirancang lebih intimate dan destination-led, menyerupai sanctuary tersembunyi dibanding hotel mewah biasa. Dengan hanya delapan properti Reserve di dunia, pengalaman bermalam di Mandapa terasa semakin eksklusif. Terletak di tepian Sungai Ayung dan dikelilingi persawahan Ubud, Mandapa dikenal dengan program wellness yang well-curated, mulai dari yoga, meditasi, hingga spa treatment. Dari sisi kuliner, properti ini juga mengedepankan pengalaman bersantap berbasis bahan baku lokal melalui restoran seperti Kubu at Mandapa dan Ambar yang dikenal lewat racikan koktailnya.

Berbeda dari Amanjiwo dan Mandapa yang menawarkan ketenangan melalui budaya maupun wellness, Nihi Sumba terasa lebih menarik bagi traveler yang mencari escapism yang utuh. Terletak di pesisir barat Pulau Sumba, properti ini menawarkan pengalaman yang terasa remote namun tetap intimate. Mulai dari menunggang kuda di tepi pantai, surfing, hingga spa safari di tengah alam terbuka. Jauh sebelum populer di kalangan wisatawan lokal seperti sekarang, Nihi Sumba telah lebih dahulu menjadi destinasi pilihan sejumlah figur internasional yang datang mencari privasi jauh dari sorotan publik. Mungkin itu pula yang membuat Nihi memiliki daya tarik tersendiri: terasa eksklusif, namun tanpa perlu terlalu dipertontonkan.

Kira-kira destinasi mana nih yang cocok dengan karakter kamu?

Image sources: Amanjiwo, Mandapa, Nihi

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *