Ugly Chic: Si Buruk Rupa yang Justru Menjadi Simbol Fashion

Menjadi populer karena beda dari standar keindahan yang “biasanya”.

Industri mode selalu punya kebiasaan aneh di mana semakin terlihat tidak masuk akal sebuah barang, semakin besar kemungkinan barang itu menjadi trend dan dianggap edgy. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena ugly chic semakin mendominasi dunia fashion, sebuah estetika gaya yang sengaja memainkan kesan “jelek”, canggung, berlebihan, atau bahkan absurd menjadi sesuatu yang dianggap keren dan mewah.

Dulu, fashion identik dengan siluet elegan dan tampilan yang “indah” secara tradisional. Namun sekarang, banyak rumah mode justru dengan sengaja merusak konsep tersebut. Sepatu dengan bentuk besar menyerupai tulang dan otot manusia, tas berbentuk kantong belanja, hingga sandal yang nampak seperti tampilan santai di rumah berubah menjadi simbol status baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Balenciaga lewat sneakers Triple S mereka yang oversized dan terlihat “berat”. Sepatu itu sempat dianggap terlalu bulky dan aneh saat pertama kali muncul, tetapi justru membuka gelombang sneakers besar yang kemudian diikuti hampir semua merek fashion besar. Selain itu ada juga tas dari Balenciaga yang sengaja menyerupai tas belanja plastik biru khas IKEA, membuktikan bahwa ironi kini menjadi bagian signifikan dalam fashion kelas atas.

Balenciaga Triple S

Fenomena serupa juga terlihat pada clog karet Crocs yang dulunya sering dianggap “sepatu jelek”, tetapi kini berkolaborasi dengan brand seperti Balenciaga dan dipakai selebriti dunia. Di sisi lain, Miu Miu sempat membuat tren tataan gaya “berantakan” lewat rok super pendek, rajutan kusut, dan layering yang sengaja terlihat tidak rapi.

Balenciaga x Crocs

Miu Miu Spring Summer 2022

Popularitas ugly chic menunjukkan bahwa fashion modern tidak lagi hanya soal terlihat cantik dan rapi. Banyak orang sekarang lebih tertarik pada sesuatu yang terasa unik, reaktif, dan sedikit absurd. Di era media sosial, tampilan yang aneh justru lebih mudah menarik perhatian dibanding sesuatu yang terlalu sempurna, karena dianggap manusiawi, relatable, dan bahkan beda dari yang lain.

Pada akhirnya, ugly chic membuktikan bahwa dalam fashion, definisi “si buruk rupa” sebenarnya selalu bersifat fluktuatif dan tidak terprediksi.

Images: Courtesy of Miu Miu, Balenciaga

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *