
Cerita di Balik Goth Culture dan Kembalinya ke Panggung Dunia
Gaya goth mungkin identik dengan pakaian hitam, renda, dan aura misterius, tetapi sejarahnya jauh lebih berwarna daripada yang banyak orang kira.
Subkultur ini lahir dari skena post-punk Inggris pada akhir 1970-an dan awal 1980-an melalui musisi seperti Siouxsie Sioux dan Robert Smith. Yang menarik, goth pada awal kemunculannya tidak selalu tampil serba hitam. Foto-foto klub dan konser era 1980-an menunjukkan penggunaan merah tua, ungu, biru elektrik, hingga motif yang cukup ramai. Warna hitam baru menjadi simbol dominan ketika estetika goth semakin dikenal media dan industri mode.

Seiring waktu, goth berkembang dari subkultur musik menjadi bahasa visual yang meminjam elemen era Victoria, sastra gotik, romantisisme gelap, hingga citra vampir. Dari sinilah lahir estetika yang kini dikenal sebagai dark romance, perpaduan antara kemewahan, drama, dan kesan melankolis.
Menariknya, setelah bertahun-tahun didominasi tren clean girl, quiet luxury, dan minimalisme, fashion kini kembali merangkul sisi yang lebih emosional dan teatrikal. Banyak pengamat tren bahkan menyebut Spring/Summer 2026 sebagai musim di mana tema goth kembali muncul secara nyata di berbagai runway besar. Namun versi modern ini tidak lagi tampil sebagai kostum subkultur, melainkan sebagai interpretasi yang lebih mewah dan sophisticated melalui korset, renda hitam, tailoring presisi, dan siluet dramatis.
Beberapa koleksi terbaru yang menunjukkan kebangkitan estetika goth antara lain adalah koleksi Spring/Summer 2026 dari Ann Demeulemeester. Di bawah arahan Stefano Gallici, rumah mode ini menampilkan nuansa neo-Victorian dengan mantel panjang, ruffle, kain tule, tailoring ramping, serta sentuhan warna pudar yang terasa romantis tapi juga sekaligus rebellious.

Ann Demeulemeester Spring/Summer 26
Di Alexander McQueen, koleksi Spring/Summer 2026 karya Seán McGirr menghadirkan korset, tailoring militer deconstructed, dan referensi film horor folk Inggris The Wicker Man, menghasilkan estetika yang gelap namun sensual.

Alexander McQueen Spring Summer 2026
Sementara itu, label avant-garde Matières Fécales bahkan secara terang-terangan disebut sejumlah media sebagai representasi “gothic couture” modern melalui koleksi Spring/Summer 2026 mereka yang penuh nuansa supernatural dan dark fantasy.

Matières Fécales Spring 2026
Di kalangan selebritas, wajah kebangkitan goth saat ini mungkin adalah Jenna Ortega. Berkat fenomena Wednesday, ia konsisten tampil dalam estetika yang disebut banyak media sebagai elegant macabre, salah satu versi goth yang lebih mewah dan dewasa. Nama lain yang sering diasosiasikan dengan dark romance modern adalah Winona Ryder, Margot Robbie melalui tur promosi Wuthering Heights, serta Billie Eilish yang kerap mengeksplorasi siluet dan palet warna bernuansa gelap.


Lebih dari sekadar tren pakaian hitam, popularitas goth saat ini mencerminkan kerinduan industri mode untuk kembali menghadirkan drama, identitas, dan ekspresi diri. Di tengah lautan estetika yang terkesan monoton, goth menawarkan sesuatu yang terasa lebih personal berupa keberanian untuk tampil berbeda dan bahkan sedikit misterius.
Images: Courtesy of Ann Demeulemeester, Alexander McQueen, WWD, Getty Images, Warner France


