
Menelusuri Dunia Menard Authent Cream A di Nagoya, Jepang
Ikuti perjalanan TLR ke Nagoya bersama Menard untuk mengungkap kisah di balik Authent Cream A, dari riset stem cell hingga filosofi kecantikan Jepang.
Nagoya mungkin bukan kota pertama yang terlintas ketika membicarakan luxury beauty. Bahkan menurut beberapa sumber, Nagoya disebut sebagai “The Most Boring City in Japan”, sampai mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzō Abe pun sempat melewatkan kota ini saat beliau melakukan major policy speech.
Namun bagi Menard, Nagoya jauh dari kata membosankan. Kota ini adalah titik mula dari hampir seluruh perjalanannya. Nagoya merupakan simbol dari dari warisan keluarga, riset ilmiah, hingga filosofi kecantikan yang terus mereka bangun sejak 1959.
Baca juga: Hormonal Harmony: Bio-Hacking Tubuh dan Pikiran Menghadapi Fase Perimenopause
Mengenal Menard Lebih Dekat

Untuk merayakan peluncuran Menard Authent Cream A, TLR berkesempatan mengikuti perjalanan ke Nagoya, Jepang bersama Menard. Kami sangat beruntung karena pada kesempatan kali ini bukan hanya dilakukan untuk menyaksikan launching sebuah produk, tapi Menard membawa TLR untuk melihat lebih dekat bagaimana sebuah cream ultra-premium lahir dari pertemuan antara sains, heritage, seni, and all of those epic Japanese details.
Didirikan oleh Daisuke Nonogawa, Menard berangkat dari sebuah keyakinan bahwa kecantikan tidak berhenti pada kosmetik. Menard percaya bahwa beauty adalah bagian dari kehidupan, sesuatu yang dibangun melalui kualitas, ketulusan, dan proses panjang yang penuh arti. Filosofi ini kemudian diterjemahkan ke dalam konsep Seeking True Beauty, sebuah pandangan bahwa kecantikan sejati tidak hadir secara instan, melainkan melalui perawatan, riset, dan konsistensi.
Baca juga: Hormon Estrogen Turun Drastis? Ini Cara Menjaga Kulit Tetap Glowing di Masa Perimenopause
Perjalanan ini dimulai dari Menard Headquarters di Nagoya, pusat dari brand yang kini memiliki sekitar 1.200 produk, mulai dari skincare, makeup, hair and body care, fragrance, hingga health food. Namun yang membuat Menard terasa berbeda adalah bagaimana brand ini tetap menjaga akar sejarahnya sebagai family-owned company, sambil terus berinvestasi pada riset dan pengembangan teknologi kecantikan.
Mendengar Kisah Menard Authent Cream A Langsung dari Para Ahli

Salah satu momen yang paling berkesan selama kunjungan ini adalah kesempatan menyaksikan sesi diskusi eksklusif yang dipandu oleh Cathy Sharon bersama para sosok yang berada di balik pengembangan Authent Cream A. Alih-alih hanya memperkenalkan produk baru, Menard menghadirkan langsung para pemimpin riset yang selama bertahun-tahun membangun fondasi ilmiah di balik inovasi tersebut.
Di antaranya adalah Prof. Seiji Hasegawa, Head of Research & Technology Division II, yang memelopori penelitian stem cell di Menard sejak lebih dari dua dekade lalu. Ia menjelaskan bagaimana pemahaman mengenai kemampuan alami kulit untuk beregenerasi menjadi titik awal lahirnya konsep Authent Cream A. Sementara itu, Prof. Tsutomu Sakaida, Head of Research & Technology Division I, membagikan bagaimana setiap formula tidak hanya harus menghadirkan manfaat, tetapi juga memenuhi standar tinggi Menard dalam hal keamanan, kualitas bahan, dan kontrol mutu.

Perspektif tersebut kemudian dilengkapi oleh Prof. Hitoshi Sawada, Head of Research & Technology Division III, yang menjelaskan pentingnya formulasi dalam menerjemahkan hasil riset menjadi produk yang efektif sekaligus nyaman digunakan sehari-hari. Bersama Katsuhiko Komoto, Executive Vice President sekaligus Head of Overseas Division, serta Naoko Matsumae, Head of Product Education & Aesthetic Specialist, diskusi tersebut memberikan gambaran utuh bahwa pengembangan Authent Cream A bukan hanya melibatkan para ilmuwan, tetapi juga kolaborasi lintas divisi yang memastikan setiap inovasi dapat diterjemahkan menjadi pengalaman perawatan kulit yang relevan bagi konsumen di berbagai negara.
Baca juga: Memasuki Era “Biotech-Couture” di Industri Kecantikan: Akhir dari Dominasi Ekstrak Tumbuhan?
Yang menarik, sepanjang sesi berlangsung hampir tidak ada pembahasan mengenai tren atau klaim pemasaran. Sebaliknya, percakapan lebih banyak berfokus pada proses penelitian, validasi ilmiah, dan filosofi jangka panjang yang menjadi landasan Menard dalam mengembangkan produknya. Pendekatan inilah yang membuat Menard Authent Cream A terasa bukan sekadar hasil inovasi terbaru, melainkan buah dari perjalanan riset yang dibangun dengan kesabaran selama puluhan tahun.
Menard, Aichi Founders Museum, dan Labroratorium di Nagoya

Hal tersebut terasa semakin jelas saat mengunjungi Aichi Founders Museum, tempat kisah Daisuke Nonogawa sebagai pendiri Menard turut diabadikan. Di sini, perjalanan Menard tidak hanya dibaca sebagai sejarah sebuah perusahaan kosmetik, tetapi juga sebagai warisan tentang bagaimana sebuah visi dapat dijaga lintas generasi.

Di balik citra elegan dan timeless-nya, brand ini memiliki fondasi ilmiah yang kuat. Menard Laboratory di Nagoya menjadi rumah bagi lebih dari 200 peneliti yang berfokus pada studi skin regeneration, stem cell, natural ingredients, serta pendekatan multidisipliner yang mencakup dermatologi, kedokteran, farmakologi, dan fisiologi.
Kolaborasi dengan Institusi Akademik di Nagoya
Sejak 2003, Menard telah mempelopori riset stem cell dalam industri kosmetik. Bagi Menard, memahami stem cell berarti memahami kemampuan alami kulit untuk memperbarui dirinya sendiri. Dari sinilah lahir pendekatan yang menjadi dasar Menard Authent Cream A: mendukung regenerasi kulit, merawat tanda-tanda penuaan dari dalam, serta membantu proses self-purification alami kulit.

Riset tersebut juga tidak dilakukan secara terpisah. Menard bekerja sama dengan institusi akademik dan medis seperti Nagoya University dan Fujita Health University Hospital dalam proyek untuk memahami skin stem cells secara lebih mendalam. Kolaborasi ini memberi Menard Authent Cream A kredibilitas ilmiah yang lebih kuat, bukan hanya sebagai produk luxury skincare, tetapi sebagai hasil dari perjalanan riset panjang.
Authent sendiri merupakan lini ultra-premium dengan fokus untuk membantu isu terkait aging skin dari Menard, dikembangkan melalui lebih dari 20 tahun riset oleh lebih dari 100 ilmuwan. Salah satu fokus pentingnya adalah proyek analisis skin stem cells terhadap 1.000 orang, serta pengembangan bahan eksklusif seperti Rice Extract M609, yang berasal dari padi yang ditanam khusus oleh Menard.

Dalam Menard Authent Cream A, mereka menggabungkan teknologi risetnya dengan bahan-bahan natural pilihan seperti Rice Extract M609, Semi Plena Rose, Sweet Cherry Extract, Japanese Apricot Blossom, dan Purple Barley Seed Extract. Kombinasi ini dirancang untuk membantu kulit agar tampak lebih kencang, halus, refined, dan bercahaya.
Namun selain memang memiliki klaim dan active ingredients yang menjanjikan, tekstur dari Menard Authent Cream A memang sengaja dibuat untuk membuat ritual “me time” kita terasa mewah dan menenangkan. Cream ini bisa dibilang sebagai sebuah pengingat bahwa luxury skincare tidak hanya membuat tampilan kulit jadi lebih sehat, tapi juga bisa membuat hari panjang kita jadi terasa lebih ringan setiap kali mengaplikasikan skincare setelah mandi.
Seni dan Kecantikan Jadi Hal yang Tidak Bisa Dipisahkan

Menariknya, perjalanan ini juga membawa kami ke Menard Art Museum di Komaki, Aichi. Museum yang dibuka pada 1987 ini menyimpan lebih dari 1.600 karya dan secara berkala menampilkan pilihan karya melalui beberapa exhibition setiap tahunnya.
Pada saat TLR datang ke sana, museum ini sedang menyoroti koleksi seniman asal Jepang, Teruo Onuma yang memiliki signature style menggabungkan cubist structural framing dengan surreal dreamlike imagery. Karya-karya Onuma juga seringkali memanfaatkan mixed media dibandingkan hanya menggunakan kanvas saja.

Tidak hanya karya Onuma yang bisa kami nikmati di museum ini, tapi banyak juga lukisan lain yang membuat kami terpana, seperti Child With a Straw Hat karya Paul Cézanne, End of The Day karya Vincent Van Gogh, Woman With a Veil karya Henri Matisse, hingga beberapa karya Pablo Picasso pun terpampang sangat indah di tempat ini.
Kunjungan ini memperlihatkan sisi lain dari Menard: bahwa bagi brand ini, beauty tidak hanya dilihat melalui lensa sains, tetapi juga melalui seni, bentuk, harmoni, dan rasa.
Di sinilah kami menemukan konteks keindahan dari Menard Authent Cream A. Selain memiliki formulasi yang diciptakan dengan teknologi canggih, cream ini juga merupakan representasi dari cara Menard memandang kecantikan. Sesuatu yang perlu diteliti, dirawat, dibentuk, dan dihargai seiring waktu.
Setelah beberapa hari di Nagoya, TLR merasa bahwa perjalanan ini lebih dari sekadar peluncuran produk ultra-premium mereka, tapi ini adalah rangkuman dari perjalanan panjang Menard, mulai dari filosofi founder, riset stem cell, kolaborasi akademik, pemilihan bahan, hingga apresiasi terhadap seni dan craftsmanship.
Di tengah industri kecantikan yang sering bergerak cepat mengikuti tren, Menard menawarkan perspektif yang lebih tenang. Brand ini memperlihatkan bahwa true beauty is not instant. It is researched, refined, and sincerely created.
Image courtesy of: Menard Indonesia, Fujita Health University Hospital & The Luxury Reports.


