
Floraïku Gong: Ketika Keharuman Menjadi Ritual untuk Menikmati Momen
Memiliki perpaduan yuzu dan aroma dorayaki, parfum mewah ini membawa keunikan dalam keseharian yang puitis.
Dalam hidup ini, ada momen-momen sederhana yang terasa begitu berharga. Secangkir teh hangat di sore hari, jeda sejenak dari hiruk-pikuk keseharian, atau tarikan napas panjang yang mengingatkan kita untuk benar-benar hadir menikmat detik ini. Lewat Gong, parfum terbaru dari Floraïku, pengalaman sederhana itu diterjemahkan menjadi sebuah perjalanan olfaktori yang penuh ketenangan dan keindahan.

Nama Gong bukan sekadar simbol, tapi terinspirasi dari instrumen ritual yang suaranya dipercaya membawa harmoni, menenangkan jiwa, dan mengantarkan seseorang pada rasa damai. Menariknya, kata “dora” dalam bahasa Jepang berarti “gong”, sebuah keterkaitan yang unik, yang juga menjadi inspirasi di balik salah satu elemen dalam parfum ini: dorayaki accord.
Seperti dorayaki yang identik dengan kudapan saat minum teh di Jepang, dorayaki accord menghadirkan nuansa manis yang lembut dan memberikan rasa nyaman. Bentuknya yang bulat juga mengingatkan pada siluet gong, menyatukan makna visual dan emosional dalam sebuah komposisi wewangian yang terasa begitu personal.

Di tangan perfumer Sophie Labbé, Gong berkembang menjadi interpretasi modern tentang ritual menikmati teh. Dibuka dengan aroma yang segar dari mandarin, yuzu, serta sentuhan pink pepper, Gong terasa zesty dan uplifting. Perlahan, aroma dorayaki yang lembut berpadu dengan black pepper, menciptakan kontras yang hangat, membuatnya jadi lebih manis dan comforting.
Pada base notes, ada guaiac wood, sandalwood, dan benzoin yang membuat jejak aromanya lebih rich, balmy, dan menenangkan. Kalau kamu menyukai keharuman fresh oriental yang elegan, hangat tanpa terasa berat, manis tanpa berlebihan, dan meninggalkan kesan yang bertahan lama di kulit, maka Gong adalah parfum yang ideal untuk kamu.
Menurut Sophie Labbé, Gong merupakan sebuah undangan untuk menikmati kemewahan dalam bentuk yang paling subtle. Ia menangkap esensi Jepang melalui perpaduan citrus yang berkilau, kehangatan dorayaki yang dibumbui lada hitam, lalu menutupnya dengan sentuhan kayu dan resin yang lembut. Sebuah komposisi yang terasa akrab, namun tetap menawarkan kejutan di setiap lapis aromanya.

Kalau kamu belum familiar dengan Floraïku, ini adalah fragrance house asal Prancis yang didirikan tahun 2027 lalu. Floraïku lahir dari kekaguman mendalam terhadap budaya Asia, mulai dari tradisi, seni, hingga filosofi yang menjunjung keindahan dalam little details dan ritual sehari-hari. Seluruh koleksi parfumnya dibuat di Prancis, memadukan keahlian perfumery khas Paris dengan apresiasi terhadap alam, seni, dan momen-momen sederhana yang bermakna. Nama Floraïku adalah perpaduan antara flora, sebagai penghormatan kepada bunga dan alam, serta haiku, puisi tradisional Jepang yang terdiri dari tiga baris dan kerap mengabadikan musim, waktu, serta keindahan dalam keseharian.
Jadi, tidak mengherankan kalau banyak varian Floraïku hadir dalam karakter yang unik, puitis, dan mampu meninggalkan resonansi emosional yang mendalam. Bagi saya sendiri yang baru mengenal Floraïku lewat Gong, wewangian ini langsung jadi favorit saya, karena citrusy namun tidak terlalu green, manis tanpa terasa terlalu kompleks, memberikan nuansa yang bright dan joyful. Apalagi, Floraïku selalu hadir dalam packaging bento indah dan desain penuh filosofi, membuat brand satu ini semakin one-of-a-kind dan layak dikenali lebih dalam.




Images: Courtesy of Floraïku


