Luxury Inflation: Kenapa Harga Tas Mewah Terus Naik Setiap Tahun?

Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa tas dengan model yang sama bisa mengalami kenaikan harga hampir setiap tahun?

Atau mungkin kamu pernah mendengar cerita dari nenek atau ibumu yang membeli CHANEL Classic Flap belasan, bahkan puluhan tahun lalu, lalu menyadari bahwa harga tas tersebut kini sudah berkali-kali lipat dibandingkan saat pertama kali dibeli?

Selama ini, ketika bicara soal investasi, pikiran kita hampir selalu tertuju pada emas, saham, reksa dana, atau deposito. Padahal, pernahkah kamu menyadari bahwa ada banyak tas atau jam tangan tertentu yang kini dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali dibeli pemiliknya?

Yes, luxury inflation is real, but only if you’re talking about the right brands and the right pieces. Tidak semua barang mewah akan mengalami kenaikan nilai. Namun, untuk beberapa ikon dari rumah mode tertentu, kenaikan harga dari tahun ke tahun memang menjadi fenomena yang nyata.

Berbeda dengan inflasi pada umumnya, luxury inflation mengacu pada kenaikan harga barang-barang luxury yang kerap melampaui laju inflasi biasa. Menariknya, kenaikan ini bukan hanya dipengaruhi oleh biaya bahan baku atau ongkos produksi. Dalam dunia luxury, harga juga menjadi bagian dari strategi brand untuk mempertahankan exclusivity. After all, the more exclusive an item is, the more desirable it becomes, isn’t it?

CHANEL Classic Flap mungkin menjadi contoh yang paling sering dibahas. Di tahun 1990-an, harganya masih di $1,150. Apabila kita consider inflasi, kurang lebih harga di tahun 2026 sekitar $2,900-an. Sekarang? Sekitar $11,700! Namun, fenomena ini juga terjadi pada Hermès Birkin, Kelly, hingga beberapa tipe Rolex yang kini memiliki harga retail jauh lebih tinggi dibandingkan satu atau dua dekade lalu.

Meski demikian, bukan berarti semua tas atau jam tangan layak dianggap sebagai investasi. Sebagian besar produk luxury tetap mengalami depresiasi ketika masuk ke pasar resale. Hanya segelintir model dengan demand tinggi, produksi terbatas, serta long standing history yang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya seiring waktu.

Pada akhirnya, luxury inflation mungkin membuat beberapa tas atau jam tangan mengalami kenaikan nilai seiring waktu. Namun, jangan membeli sebuah luxury item hanya karena berharap harganya akan terus naik. Belilah sesuatu yang benar-benar ingin kamu pakai dan nikmati. If you want that quirky bag or shoes, get them. Jika suatu hari nilainya ikut meningkat, anggap saja itu sebagai bonus, bukan alasan utama di balik pembelian tersebut.

Images: Pexels

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *