
Tampilan Tertutup yang Justru Menjadi Bahasa Modern Sensualitas
Bukan lagi tentang seberapa banyak kulit yang diperlihatkan, kini sensualitas di ranah fashion punya definisi yang mulai bergeser.
Ada masa ketika tampilan dianggap semakin seksi jika semakin banyak bagian tubuh yang terlihat. Rok mini, kerah rendah, cut-out, dan gaun super transparan menjadi bahasa fashion untuk menunjukkan sensualitas secara berani dan terang-terangan. Tapi belakangan, definisi tersebut terasa mulai bergeser. Seksi tidak lagi selalu berarti revealing. Justru, semakin banyak bagian yang ditutup, semakin besar rasa penasaran yang muncul.
Di runway, perubahan ini terasa cukup jelas. Saint Laurent Fall/Winter 2025 memainkan sensualitas lewat tailoring tajam, kerah tinggi, dan siluet panjang yang membungkus tubuh. Miu Miu Fall/Winter 2025 juga mengeksplorasi layering dan rajutan yang membuat tubuh tetap menjadi pusat perhatian tanpa harus mengeksposnya secara berlebihan. Sementara Chloé Fall/Winter 2025 menggunakan bahan sheer dan layering untuk menciptakan efek see-but-don’t-see, lekuk tubuh terlihat samar, bukan dipamerkan sepenuhnya.

Saint Laurent

Miu Miu

Chloé
Di karpet merah, pendekatan serupa juga semakin mudah ditemukan. Zendaya sering bermain dengan kerah tinggi, sarung tangan, tailoring, dan siluet full-length yang terasa dramatis tanpa mengandalkan cleavage. Anya Taylor-Joy juga punya cara sendiri menerjemahkan sensualitas lewat permainan korset, sarung tangan, dan rok maxi. Bahkan Nicole Kidman, dengan berbagai pilihan tailoring dan gaun-gaun berkerah tinggi, menunjukkan bahwa tampilan tertutup bisa terasa jauh dari konservatif.


Yang berubah sebenarnya bukan seberapa banyak kulit yang diperlihatkan, melainkan bagaimana cara pakaian membingkai tubuh. High neck bisa terasa lebih sensual daripada plunging neckline ketika dipadukan dengan siluet yang mengikuti lekuk badan. Maxi skirt yang bergerak mengikuti langkah kaki bisa terasa lebih provokatif daripada pilihan-pilihan mini. Sarung tangan, stocking, atau mantel yang dikancing hingga leher menciptakan sedikit jarak antara pakaian dengan tubuh dan justru jarak itulah yang membuatnya terasa seductive.
Mungkin ini juga menjelaskan kenapa fashion belakangan semakin tertarik pada rajutan yang bersifat second-skin, mantel panjang, sheer layering, fitted tailoring, hingga sarung tangan. Semuanya memberikan satu hal yang sering hilang dari pakaian yang terlalu terbuka: antisipasi. Bagaimana menurut kamu?
Images: Courtesy of Saint Laurent, Miu Miu, Chloé, WireImage, Getty Images


