
Apakah Ini Akhir Era Kejayaan 10 Steps Skincare?
Era maksimalisme dalam rangkaian skincare telah berubah perlahan. Ini alasannya!
Selama bertahun-tahun, tren perawatan kulit global didominasi oleh ritual 10-Step Korean Skincare Routine. Mengaplikasikan cleanser, toner, essence, serum, ampoule, sheet mask, eye cream, moisturizer, night cream, hingga sunscreen secara bertumpuk dianggap sebagai jalan utama mencapai kulit glowing yang didambakan. Namun kini, tren maksimalis tersebut tak lagi diminati dan perlahan ditinggalkan.
Dunia kecantikan sedang mengalami pergantian era dari maksimalisme dengan tahapan yang panjang menuju minimalisme yang fungsional dan berbasis sains.
Kesalahpahaman di Balik Ritual 10 Tahap
Salah satu pemicu utama berakhirnya era 10 tahap adalah tingginya tingkat kesalahpahaman konsumen terhadap esensi perawatan kulit itu sendiri. Praktisi dan pakar kecantikan Korea menekankan bahwa ritual 10 tahap sebenarnya mengajarkan logika penumpukan (layering) dari tekstur yang paling ringan hingga kental, bukan mewajibkan penggunaan 10 produk setiap hari.
Meski demikian, banyak orang terjebak menumpuk berbagai bahan aktif (active ingredients) tanpa memperhatikan kebutuhan kulit yang sebenarnya. Penggunaan eksfoliator berlebih, serum berkonsentrasi tinggi, dan produk berlapis-lapis justru berisiko membuat kulit mengalami over-treatment tanpa hidrasi yang memadai.
Dampak Skincare Berlapis-Lapis: Kerusakan Skin Barrier
Mengaplikasikan terlalu banyak produk secara bersamaan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai skincare hangover.
“Ketika kulit terus-menerus digempur bahan aktif dan pengelupasan berlebihan, lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) akan mengalami penipisan dan kerusakan,” ujar dr Dewi Maryani, SpKK dari Glowderma Skin & Laser Clinic, Bintaro.
Lebih lanjut, ia pun memberikan beberapa tanda skin barrier yang rusak:
- Kemerahan menetap dan sensasi perih (stinging) saat mengaplikasikan produk hidrasi dasar.
- Kulit terasa sangat kering atau tertarik, namun memproduksi minyak berlebih (dehydrated skin).
- Tekstur kulit menjadi kasar dan rentan berjerawat/breakout akibat bakteri gampang masuk.
Era Baru: Skin Streaming & Minimalisme Berbasis Sains

Sebagai jawaban atas rusaknya skin barrier masyarakat urban, industri skincare kini beralih ke tren Skin Streaming atau skinimalism. Pendekatan ini memangkas tahapan menjadi 3 hingga 4 langkah esensial saja tanpa mengorbankan hasil.
Secara dermatologis, kulit memiliki kapasitas terbatas untuk menyerap bahan aktif. Menggunakan 3 produk berformula tepat jauh lebih efektif dibandingkan 10 produk yang saling bertabrakan atau menetralkan fungsi satu sama lain. Apa lagi perbedaan signifikannya? Ini ringkasannya:
| Parameter | Rutin 10-Step (Klasik) | Skin Streaming (Modern) |
| Jumlah Produk | 8 – 10 produk setiap sesi | 3 – 4 produk esensial |
| Fokus Utama | Pelapisan (layering) & hasil instan | Kesehatan skin barrier & efisiensi |
| Risiko Iritasi | Tinggi (penumpukan bahan aktif) | Sangat rendah |
| Prinsip Utama | More is more | Cleanse, Hydrate, Treat, Protect |
Evolusi K-Beauty: “Slow Aging” & Perawatan Holistik
“Bahkan di negara asalnya, Korea Selatan, tren perawatan kulit telah jauh berkembang. Industri K-Beauty kini mengusung konsep “Slow Aging” yang berfokus pada pencegahan jangka panjang, menjaga kekuatan kulit, dan regenerasi alami, bukan lagi menutup ketidaksempurnaan permukaan kulit dengan “menumpuk” banyak produk. Perawatan kulit minimalis berfokus pada kualitas bahan esensial,” jelas Mia Maurin, Brand Manager Dermafirm.id.
Evolusi ini juga membawa perubahan besar dalam industri kecantikan:
- Integrasi dengan Treatment Klinis: Perawatan topikal di rumah kini dikombinasikan secara seimbang dengan perawatan klinis profesional (in-office treatment) untuk hasil yang realistis.
- Ekspansi ke Perawatan Kulit Kepala (K-Hair): Filosofi skincare mulai diterapkan pada kesehatan kulit kepala (scalp care), menggunakan formula ampul, esens, dan toner khusus rambut.
“Ditinggalkannya kejayaan 10-step beauty care bukanlah kemunduran, melainkan tanda kedewasaan dalam ber-skincare: dari yang semula konsumtif dan berlebih menjadi lebih bijak, efektif, keep it simple, serta berpatokan pada sains pelindung kulit alami,” lanjut Mia lagi.
Lalu bagaimana dengan panduan metode Skin Streaming yang tepat? Skin Streaming berfokus pada 3 langkah inti paling esensial: Pembersih (Cleanse), Pelembap/Perawat (Moisturize/Treat), dan Pelindung (Protect). Tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan skin barrier tanpa memicu iritasi akibat penumpukan produk

Berikut adalah panduan praktis memilih 3 produk utama sesuai dengan tipe kulit masing-masing:
1. Kulit Berminyak & Rentan Berjerawat (Oily & Acne-Prone)
Fokus utama tipe kulit ini adalah mengontrol kelebihan minyak dan menjaga pori-pori tetap bersih tanpa merusak kelembapan alami kulit.
- Langkah 1 (Cleanse): Gentle Gel Cleanser dengan Low-pH
- Bahan utama: Salicylic Acid (BHA 0,5–1%), Zinc PCA, atau Tea Tree.
- Alasan: Membersihkan minyak hingga ke dalam pori-pori tanpa membuat kulit terasa tertarik atau kering.
- Langkah 2 (Moisturize & Treat): Light Gel-Cream / Hydrating Serum
- Bahan utama: Niacinamide (2–5%), Centella Asiatica (CICA), Hyaluronic Acid.
- Alasan: Niacinamide membantu mengontrol produksi sebum sekaligus memudarkan noda bekas jerawat, sementara tekstur gel cepat meresap tanpa menyumbat pori.
- Langkah 3 (Protect): Sunscreen Fluid / Matte Finish (SPF 30-50 PA+++)
- Bahan utama: Physical/Chemical Hybrid dengan hasil akhir oil-free atau matte.
- Alasan: Melindungi kulit dari sinar UV tanpa menambah kilap berlebih di wajah.
2. Kulit Kering & Sensitif (Dry & Sensitive Skin)
Fokus utama tipe kulit ini adalah mengunci kelembapan mendalam dan memperkuat skin barrier yang rapuh.
- Langkah 1 (Cleanse): Hydrating Milk / Cream Cleanser
- Bahan utama: Glycerin, Ceramides, Aloe Vera (Bebas dari Sodium Lauryl Sulfate / SLS dan pewangi sintetis).
- Alasan: Membersihkan kotoran secara lembut tanpa mengangkat kelembapan alami kulit.
- Langkah 2 (Moisturize & Treat): Rich Barrier Cream
- Bahan utama: Ceramides (NP/EOP/AP), Cholesterol, Fatty Acids, Panthenol (Pro-Vitamin B5).
- Alasan: Mengembalikan rasio lipid alami kulit untuk memperbaiki skin barrier yang rusak dan mengatasi rasa perih atau kemerahan.
- Langkah 3 (Protect): Hydrating Sunscreen / Mineral Sunscreen
- Bahan utama: Zinc Oxide, Titanium Dioxide, dengan tambahan Squalane atau Glycerin.
- Alasan: Tabir surya berbasis mineral (physical sunscreen) cenderung lebih ramah untuk kulit sensitif dan memberikan efek hidrasi ekstra sepanjang hari.
3. Kulit Kombinasi (Combination Skin)
Fokus utama tipe kulit ini adalah menjaga keseimbangan kadar air dan minyak di area T-zone (dahi, hidung, dagu) dan U-zone (pipi).
- Langkah 1 (Cleanse): Mild Foaming Cleanser
- Bahan utama: Amino Acid Surfactants, Green Tea.
- Alasan: Membersihkan minyak di T-zone secara efektif tanpa membuat area pipi menjadi makin kering.
- Langkah 2 (Moisturize & Treat): Multipurpose Water-Cream / Lotion
- Bahan utama: Hyaluronic Acid, Polyglutamic Acid, Peptida.
- Alasan: Teksturnya cukup ringan untuk area T-zone yang berminyak, namun tetap memberikan hidrasi ekstra untuk area pipi yang cenderung kering.
- Langkah 3 (Protect): Lightweight Sunscreen Lotion
- Bahan utama: Broad Spectrum SPF 50 PA++++ dengan tekstur lotion-to-water.
- Alasan: Nyaman digunakan sehari-hari tanpa memberikan sensasi berat atau lengket di wajah.
4. Aging & Dull Skin
Fokus utama tipe kulit ini mengacu pada filosofi Slow Aging: menutrisi kulit, merangsang kolagen, dan mencerahkan warna kulit secara bertahap.
- Langkah 1 (Cleanse): Gentle Conditioning Cleanser
- Bahan utama: AHA konsentrasi rendah (misal: Lactic Acid atau Mandelic Acid) atau Enzim Pepaya.
- Alasan: Membantu eksfoliasi halus secara harian untuk mengangkat sel kulit mati agar wajah tidak terlihat kusam.
- Langkah 2 (Moisturize & Treat): All-in-One Antioxidant Moisturizer
- Bahan utama: Vitamin C Derivative, Bakuchiol/Retinol konsentrasi stabil, dan Peptida.
- Alasan: Mengabungkan fungsi mencerahkan, menyamarkan garis halus, dan mengunci kelembapan dalam satu formula krim pelembap yang kaya nutrisi.
- Langkah 3 (Protect): Anti-Aging Sunscreen dengan Antioksidan
- Bahan utama: SPF 50 PA++++ yang diperkaya Vitamin E, Niacinamide, atau Ferulic Acid.
- Alasan: Mencegah penuaan dini (photoaging) akibat paparan UVA/UVB serta efek buruk radikal bebas dari polusi udara.
Kuncinya, cari produk yang memmiliki kandungan aktif sesuai kondisi kulitmu. Ingat, penggunaan 3 produk secara disiplin setiap hari memberikan hasil yang jauh lebih optimal dibandingkan memakai 10 produk namun berganti-ganti dan berlebihan.
Courtesy of Pexels.com/Polina, Yi Ren, Dermafirm.id


