Apakah Eye Cream Benar-benar Bisa Mengatasi Kantung Mata?

Lewat B.A Eye Zone Cream 7, POLA memperkenalkan pendekatan perawatan yang mempertimbangkan keseluruhan struktur area mata. Mulai dari otot, bantalan lemak, hingga jaringan penyangganya. Tapi bagaimana pendekatan tersebut diterjemahkan menjadi sebuah eye cream?

Ada satu hal yang mulai saya perhatikan ketika usia bertambah. Area mata ternyata bisa berubah dengan cara yang cukup berbeda dari bagian wajah lainnya. Kadang bukan cuma persoalan dark circles setelah kurang tidur atau garis-garis halus yang semakin terlihat, tetapi juga kantung di bawah mata yang rasanya tetap ada meskipun kita sudah cukup istirahat.

Dan biasanya, ketika mulai menyadari perubahan tersebut, salah satu produk yang langsung terpikirkan adalah eye cream. Tapi pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, sebenarnya apa yang bisa dilakukan eye cream untuk kantung mata? Apakah masalahnya memang hanya terletak pada kulit yang mulai kehilangan kekencangan, atau ada sesuatu yang lebih kompleks di baliknya?

eye cream pola

Pertanyaan ini kembali menarik perhatian saya ketika mengenal generasi terbaru POLA B.A Eye Zone Cream 7, yang diluncurkan pada Oktober 2026. Brand skincare asal Jepang ini ternyata sudah melakukan penelitian mengenai area mata sejak 1968. Dan melalui produk terbarunya, POLA ingin membawa pendekatan perawatan yang tidak hanya memperhatikan kulit di sekitar mata, tetapi juga memahami struktur yang memengaruhi tampilannya.

Ternyata, Eye Bags Nggak Sesederhana yang Kita Bayangkan

Kalau membicarakan persoalan area mata, kita sering mengelompokkan semuanya sebagai dark circles, puffiness, atau eye bags. Padahal, ketiganya belum tentu memiliki penyebab yang sama.

Puffiness, misalnya, bisa bersifat sementara akibat penumpukan cairan, sementara kantung mata yang semakin terlihat seiring bertambahnya usia dapat berkaitan dengan perubahan jaringan di sekitar mata.

Dalam risetnya, POLA menyoroti beberapa struktur yang berperan dalam perubahan tersebut. Salah satunya adalah orbicularis oculi, otot berbentuk melingkar yang mengelilingi mata dan membantu menopang jaringan di area tersebut.

Ada juga orbital fat, yaitu bantalan lemak yang berada di sekitar bola mata, serta retinacula cutis (RC), jaringan penghubung yang membantu memberikan dukungan struktural pada kulit.

Kalau dibayangkan, area mata memiliki beberapa lapisan yang saling mendukung. Ada bantalan lemak, otot, dan jaringan yang membantu mempertahankan bentuknya. Ketika struktur tersebut mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, bantalan lemak bisa terlihat semakin menonjol dan membentuk kantung di bawah mata.

Penelitian POLA bahkan sampai mempelajari irisin, molekul yang dilepaskan oleh sel otot dan berpotensi memengaruhi jaringan di sekitar mata. Dalam pengujian laboratorium, irisin menunjukkan pengaruh terhadap komponen lemak dan jaringan penyangga. Meski temuan ini belum membuktikan bahwa eye cream dapat memperbaiki struktur kantung mata, riset tersebut memperlihatkan betapa kompleksnya perubahan yang terjadi di area ini.

Kalau penyebab kantung mata ternyata juga melibatkan otot, lemak, dan jaringan penyangga di bawah kulit, pertanyaannya sekarang: seberapa jauh sebuah eye cream yang diaplikasikan di permukaan kulit bisa membantu?

Apa yang Baru dari B.A Eye Zone Cream 7?

eye cream pola

POLA sebenarnya sudah melakukan penelitian mengenai kekencangan area mata sejak 1968. Sementara B.A, lini premium skincare mereka, pertama kali diperkenalkan pada 1985 dan terus mengalami pengembangan formulasi.

Pada 2025, POLA mulai memperkenalkan rangkaian basic skincare B.A generasi ketujuh dengan pendekatan baru terhadap kekencangan kulit. Filosofi tersebut kemudian dibawa ke B.A Eye Zone Cream 7, yang diluncurkan pada 7 Oktober 2026 di SUMA, Jakarta, sebagai generasi ketiga dari produk eye cream mereka.

Kalau biasanya kita membicarakan eye cream berdasarkan manfaatnya terhadap kulit, seperti melembapkan atau menyamarkan garis halus, POLA mau kita melihat area mata secara lebih menyeluruh. Jika generasi eye cream POLA yang sebelumnya hanya menekankan pada perawatan dan kekencangan area kulit mata, kali ini mereka ingin memberikan fokus pada keseluruhan eye zone.

Mereka menggunakan pemahaman tentang orbicularis oculi, orbital fat, dan jaringan penyangga kulit sebagai dasar pengembangan produknya. Tujuannya adalah menghadirkan perawatan yang membantu seluruh area mata terlihat lebih firm dan lifted, bukan hanya memberikan kelembapan pada bagian bawah mata.

Teknologi Bandage yang Bekerja Seperti Lapisan Penyangga

Salah satu pembaruan utama B.A Eye Zone Cream 7 adalah teknologi yang disebut 3D Eye-Bandage Formulation. Sesuai namanya, teknologi ini terinspirasi dari cara kerja bandage atau lapisan pembungkus yang memberikan dukungan pada area yang dilapisinya. Bedanya, yang digunakan POLA tentu bukan perban fisik, melainkan lapisan tipis yang terbentuk dari formulasi krim di permukaan kulit.

eye cream pola

Di dalamnya terdapat structure-restoring oil, komponen formulasi yang memiliki kemampuan untuk berubah struktur ketika mendapatkan tekanan. Saat krim diratakan menggunakan jari, strukturnya menjadi lebih mudah menyebar sehingga produk bisa diaplikasikan secara merata. Setelah tekanan berkurang, struktur tersebut kembali terbentuk dan menghasilkan lapisan yang memberikan sensasi lebih kencang pada kulit.

Bayangkan seperti sebuah lapisan fleksibel yang mengikuti kontur area mata, lalu memberikan efek mengencangkan ketika sudah menempel di permukaannya. Teknologi ini juga dikombinasikan dengan multiphase emulsion untuk menghasilkan tekstur yang rich, tetapi dirancang agar mudah diratakan dan terasa menyatu dengan kulit.

Dalam pengujian internal, POLA melaporkan bahwa lapisan formula terbarunya memiliki peningkatan sifat kekencangan sekitar 16% dibandingkan formulasi sebelumnya. Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian sifat fisik lapisan formula, bukan berarti kantung mata pengguna akan berkurang sebesar persentase yang sama.

Kalau Dipakai Rutin, Hasil Apa yang Bisa Diharapkan?

eye cream pola

B.A Eye Zone Cream 7 mengandung sepuluh jenis bahan perawatan kulit, termasuk sembilan bahan atau kompleks proprietary POLA. Salah satu tambahan barunya adalah B.A Eye Core Extract, yang digunakan sebagai bagian dari pendekatan perawatan kelembapan area mata.

Dengan pemakaian rutin, produk ini ditujukan untuk membantu menjaga kelembapan, membuat kulit di sekitar mata terasa lebih halus dan kenyal, serta memberikan tampilan yang lebih firm. POLA juga menyatakan bahwa produk ini telah menjalani evaluasi efektivitas untuk mengurangi tampilan garis-garis halus akibat dehidrasi.

Sementara itu, sensasi mengencangkan dari 3D Eye-Bandage Formulation merupakan bagian dari pengalaman penggunaan yang dirancang untuk memberikan kesan kulit lebih lifted. Teknologi ini juga yang diklaim bisa membantu meminimalisir kehadiran kantung mata, walaupun bukan sebuah solusi instan untuk menghilangkannya secara permanen.

Images: Courtesy of POLA

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *