<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sustainability &#8211; The Luxury Reports</title>
	<atom:link href="https://theluxuryreports.id/category/sustainability/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://theluxuryreports.id</link>
	<description>Bags, Shoes, Jewelry, RTW, Beauty &#38; Community - all in one place!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 13:18:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2025/01/tlr-favicon-150x150.png</url>
	<title>Sustainability &#8211; The Luxury Reports</title>
	<link>https://theluxuryreports.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">243307278</site>	<item>
		<title>Bugaboo dan Stella McCartney Luncurkan Kolaborasi Istimewa untuk Mendefinisikan Ulang Luxury Parenting</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/bugaboo-dan-stella-mccartney-luncurkan-kolaborasi-istimewa-untuk-mendefinisikan-ulang-luxury-parenting/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/bugaboo-dan-stella-mccartney-luncurkan-kolaborasi-istimewa-untuk-mendefinisikan-ulang-luxury-parenting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Apriliana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industry Brief]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[Bugaboo]]></category>
		<category><![CDATA[mothercare]]></category>
		<category><![CDATA[Stella McCartney]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=9361</guid>

					<description><![CDATA[Kolaborasi ini menandai momen penting dalam strategi fashion Bugaboo.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><em>Kolaborasi ini menandai momen penting dalam strategi fashion Bugaboo. </em></strong></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Bugaboo bersama rumah mode Stella McCartney secara resmi mengumumkan kolaborasi spesial terbaru yang diluncurkan secara global pada September 2026. Menyatukan 2 <em>brand</em> ikonis yang dikenal dengan inovasi, <em>craftsmanship</em>, dan <em>sustainability</em>, koleksi ini menghadirkan interpretasi baru terhadap berbagai kebutuhan <em>luxury parenting</em> melalui perspektif desain khas Stella McCartney. Kolaborasi ini menandai awal dari kemitraan yang bermula pada nilai-nilai bersama dalam desain yang bertanggung jawab, ekspresi diri, dan inovasi yang berorientasi pada masa depan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini merupakan kolaborasi besar pertama Bugaboo dalam lebih dari 10 tahun, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Missoni, Diesel, dan yang terbaru, Kith. Kemitraan terbaru dengan desainer Inggris yang dikenal secara global ini bertujuan untuk semakin memperkuat reputasi Bugaboo sebagai <em>brand parenting</em> yang peka terhadap perkembangan budaya dan gaya hidup, sekaligus menarik perhatian para orang tua yang memiliki ketertarikan terhadap desain serta kalangan kreatif yang berpengaruh dari generasi berikutnya.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="683" height="1024" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9362" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--1024x1536.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--1365x2048.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-key-visual--scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Stella McCartney mengatakan, “Sebagai seorang ibu, saya ingin setiap hal yang saya desain mencerminkan dunia yang ingin saya bangun. Bekerja sama dengan Bugaboo terasa sangat natural, karena Bugaboo merupakan <em>brand</em> yang memiliki komitmen yang sama dengan kami terhadap inovasi dan tanggung jawab. Koleksi ini ditujukan bagi setiap ibu yang ingin membawa individualitas dan sisi <em>playful</em> mereka sendiri ke dalam perjalanan menjadi orang tua.&#8221; </p>



<p class="wp-block-paragraph">Adriaan Thierry, CEO Bugaboo menambahkan, “Orang tua masa kini memiliki perhatian tinggi terhadap desain, berpegang pada nilai-nilai, dan peka terhadap perkembangan budaya serta tren.”&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stella McCartney dan Bugaboo merupakan pionir di bidangnya masing-masing, dan keduanya dikenal berani mendorong batas serta menantang norma industri. Stella telah mengubah ekspektasi terhadap <em>luxury fashion</em> dan <em>responsible design</em>, sementara selama lebih dari dua dekade Bugaboo terus mendefinisikan ulang mobilitas bagi para orang tua melalui inovasi yang menjadi standar terdepan di kategorinya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemitraan ini juga mencerminkan komitmen bersama kedua <em>brand</em> dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab. Material yang digunakan dalam koleksi ini mencakup kain polyester daur ulang yang terbuat dari botol plastik, teknologi pewarnaan tanpa air, aluminium daur ulang, serta material berbasis bio yang dirancang untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan tanpa mengorbankan kualitas maupun fungsionalitas.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-Images_3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-9363" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-Images_3-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-Images_3-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-Images_3-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-Images_3-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/09/Bugaboo-X-Stella-McCartney_PR-Exclusive-Images_3-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Bugaboo, kolaborasi ini menandai langkah strategis dalam memperluas relevansi budaya dan kepemimpinan <em>brand</em> dalam desain. Didirikan di Amsterdam sebagai sebuah “<em>design rebellion</em>”, Bugaboo membantu mendefinisikan ulang kategori stroller melalui keunggulan teknologi, inovasi, dan desain yang aspiratif, hingga menjadi salah satu <em>brand premium parenting</em> yang paling dikenal secara global.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemitraan bersama Stella McCartney merupakan bagian dari strategi Bugaboo untuk menghadirkan kolaborasi yang relevan dengan perkembangan budaya dan gaya hidup masa kini, sekaligus memperkuat kedekatan dengan para orang tua modern yang menjadikan parenting sebagai bagian dari identitas dan cara mereka mengekspresikan diri, sebuah pandangan yang sejalan dengan nilai kedua brand.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memadukan sentuhan <em>fashion premium</em>, keahlian yang memperhatikan aspek keberlanjutan, serta inovasi yang fungsional, koleksi ini menghadirkan cara baru dalam memaknai kehidupan sebagai orang tua modern dengan karakter khas Stella McCartney, identitas Bugaboo, dan sentuhan yang relevan dengan masa kini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai September 2026, koleksi ini sudah tersedia secara eksklusif di seluruh gerai Mothercare. Tertarik memilikinya untuk menemani perjalanan bersama sang buah hati?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Images: Courtesy of Bugaboo</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/bugaboo-dan-stella-mccartney-luncurkan-kolaborasi-istimewa-untuk-mendefinisikan-ulang-luxury-parenting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9361</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memusnahkan Stok Fashion yang Tak Terjual Kini Ilegal di Eropa</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/memusnahkan-stok-fashion-yang-tak-terjual-kini-ilegal-di-eropa/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/memusnahkan-stok-fashion-yang-tak-terjual-kini-ilegal-di-eropa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alita Claudia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 13:07:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industry Brief]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[eco-friendly]]></category>
		<category><![CDATA[limbah fashion]]></category>
		<category><![CDATA[stok fashion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=9136</guid>

					<description><![CDATA[Aturan baru diciptakan terkait limbah fashion yang jadi masalah global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em><strong>Uni Eropa kembali melanjutkan agenda sustainability industri fashion lewat aturan baru yang menyasar salah satu persoalan terbesar di balik limbah fashion, yakni stok yang tak terjual.</strong></em></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/photo-1741176505800-caaa3a52631a-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-9141" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/photo-1741176505800-caaa3a52631a-1-1024x683.jpeg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/photo-1741176505800-caaa3a52631a-1-768x512.jpeg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/photo-1741176505800-caaa3a52631a-1-1536x1024.jpeg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/photo-1741176505800-caaa3a52631a-1-300x200.jpeg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/photo-1741176505800-caaa3a52631a-1.jpeg 1740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Overproduction dan Limbah Ternyata Bukan Masalah Baru</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika industri <em>fashion</em> memproduksi lebih banyak daripada yang mampu diserap oleh pasar, stok yang tidak menemukan pembeli pada akhirnya menjadi beban, baik secara ekonomi maupun lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama bertahun-tahun, pemusnahan pakaian yang tidak terjual menjadi cara industri <em>fashion</em> menangani kelebihan stok. Terlebih di segmen<em> luxury, </em>di mana menjaga kelangkaan dan eksklusivitas produk menjadi hal yang sangat krusial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Eropa, diperkirakan sekitar 4–9% produk tekstil yang beredar di pasar dihancurkan sebelum pernah digunakan, atau sekitar 264.000–594.000 ton setiap tahunnya. Praktik tersebut menghasilkan sekitar 5,6 juta ton emisi CO₂, atau hampir setara dengan total emisi bersih Swedia pada 2021. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan limbah<em> fashion</em> bahkan bisa tercipta sebelum sebuah pakaian sempat memiliki kehidupan pertamanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kini, Memusnahkan Stok Fashion Tak Terjual Bisa Melanggar Aturan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai 19 Juli 2026, perusahaan <em>fashion</em> besar yang beroperasi di Uni Eropa tidak lagi diperbolehkan memusnahkan pakaian, aksesori pakaian, dan alas kaki yang tidak laku terjual. Aturan ini merupakan bagian dari Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR), yang menjadi salah satu langkah Uni Eropa untuk mendorong produk yang lebih berkelanjutan dan mengurangi pemborosan sumber daya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Brand kini didorong untuk mencari cara lain agar stok yang tidak terjual tetap memiliki nilai guna, mulai dari <em>resale</em> dan <em>reuse</em>, hingga <em>remanufacturing, donation,</em> dan <em>recycling.</em></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="886" height="650" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/about-us-crop.jpeg" alt="" class="wp-image-9142" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/about-us-crop.jpeg 886w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/about-us-crop-767x563.jpeg 767w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/about-us-crop-300x220.jpeg 300w" sizes="(max-width: 886px) 100vw, 886px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Siapa Saja yang Terkena Peraturan Ini?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Peraturan ini berlaku bagi perusahaan besar<em> (large enterprises)</em> yang menjual pakaian, aksesori pakaian, dan alas kaki di pasar Uni Eropa. Perusahaan menengah baru akan terkena peraturan yang sama mulai 19 Juli 2030, sementara perusahaan mikro dan kecil untuk saat ini dikecualikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun begitu, tidak berarti setiap produk yang tidak terjual harus dipertahankan dalam kondisi apa pun. Regulasi menyediakan sejumlah pengecualian, termasuk ketika pemusnahan diperlukan karena alasan kesehatan, kebersihan, keselamatan, produk tidak layak digunakan sesuai peruntukannya, atau alasan hukum tertentu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/ganni-stem-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-9143" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/ganni-stem-1024x768.jpeg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/ganni-stem-768x576.jpeg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/ganni-stem-300x225.jpeg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/ganni-stem.jpeg 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kalau Tidak Boleh Dimusnahkan, Lalu Diapakan?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah koleksi yang tidak lagi relevan di kanal penjualan utama, misalnya, masih dapat menemukan pembeli melalui <em>resale</em>. Produk dengan kerusakan ringan dapat diperbaiki dan kembali dipasarkan, sementara pakaian yang tidak lagi dapat dijual sebagai produk utuh masih mungkin diolah menjadi material untuk produk baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini ditujukan untuk menggeser cara pandang<em> brand </em>terhadap stok yang tidak terjual. Produk tidak lagi semata-mata dilihat sebagai barang yang gagal menghasilkan penjualan, atau bahkan sampah, tetapi sebagai aset yang tetap memiliki nilai dan fungsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu contohnya datang dari kolaborasi antara GANNI dan Stem di Copenhagen Fashion Week 2026. Dalam koleksi ini, Stem memanfaatkan deadstock GANNI sebagai material utama pembuatan pakaian-pakaiannya. Sisa kain yang sebelumnya tersisa dari produksi GANNI diolah menggunakan teknik <em>zero-waste weaving</em> milik Stem, mengubah material yang sisa menjadi produk baru tanpa bergantung pada material baru.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Transformasi Rantai Produksi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada dasarnya, regulasi ini dibuat untuk menangani masalah limbah produk yang sudah telanjur diproduksi, namun tidak terjual. Namun, dalam jangka panjang, diharapkan dampaknya bisa jauh lebih besar daripada sekadar memberi produk tersebut kehidupan kedua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika memusnahkan stok bukan lagi jalan keluar,<em> brand </em>akan lebih mengantisipasi kemungkinan <em>deadstock</em> sejak awal. Perencanaan <em>inventory</em> dibuat lebih presisi, permintaan konsumen dipetakan lebih matang lagi, dan keputusan mengenai jumlah produksi menjadi jauh lebih penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang sama berlaku pada proses desain. Jika sebuah produk memiliki siklus hidup yang lebih panjang dan tidak terlalu bergantung pada tren sesaat, peluangnya untuk tetap relevan ketika tidak langsung terjual akan lebih besar. Dengan kata lain, efek regulasi ini berpotensi bergerak dari hilir ke hulu, berkontribusi terhadap transformasi rantai secara keseluruhan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aturan ini menarik untuk dilihat dampaknya dalam beberapa tahun ke depan. Seberapa efektif pemberlakuannya dalam benar-benar mengurangi limbah fashion, sekaligus mendorong<em> brand </em>untuk lebih bijak dalam memproduksi dan mengelola stok? Dan jika langkah Eropa ini terbukti membawa perubahan, kira-kira berapa lama sampai industri fashion di negara lain mulai mengikuti jejak yang sama?</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Images courtesy of: Ganni, Unsplash, Primark.</em></p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/memusnahkan-stok-fashion-yang-tak-terjual-kini-ilegal-di-eropa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Adrie Basuki dan Kain Marmer®: Olahan Limbah Tekstil yang Mendukung Circular Fashion di Indonesia</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/adrie-basuki-bercerita-tentang-kain-marmer-olahan-limbah-tekstil-yang-mendukung-circular-fashion-di-indonesia/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/adrie-basuki-bercerita-tentang-kain-marmer-olahan-limbah-tekstil-yang-mendukung-circular-fashion-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poppy Septia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Indonesian Brands]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[Adrie Basuki]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Kain Marmer®]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainable Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[wastra Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=9007</guid>

					<description><![CDATA[Bukan hanya mendesain dan menciptakan karya busana, Adrie Basuki adalah sosok desainer yang tekun mendaur ulang limbah fashion dan memberdayakan para perajin lokal.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><em>Bukan hanya mendesain dan menciptakan karya busana, Adrie Basuki adalah sosok desainer yang tekun mendaur ulang limbah fashion dan memberdayakan para perajin lokal.</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ketika teman-teman pelaku industri <em>fashion </em>bertanya pada saya bagaimana dampak kondisi ekonomi negara saat ini dengan bahan baku busana, saya selalu jawab bahwa saya tidak banyak membeli kain baru. Kegiatan utama saya adalah mengolah sampah yang sudah ada,&#8221; ungkap Adrie Basuki ketika ditemui di <em>media gathering</em> tentang Kain Marmer®, 19 Agustus lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi TLR, ini adalah pernyataan yang sangat menarik, terutama di dunia <em>fashion </em>yang terus berputar cepat<em>.</em> Kini, industri <em>fashion</em> terus berkembang sebagai salah satu penggerak industri kreatif. Namun, di balik pertumbuhannya, ada persoalan yang semakin sulit diabaikan: limbah tekstil. Jutaan ton pakaian dan sisa produksi berakhir di tempat pembuangan akhir setiap tahunnya. Material seperti <em>polyester</em> dan <em>blended fabric</em> juga masih menjadi tantangan karena tidak mudah didaur ulang dengan teknologi konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah persoalan tersebut,&nbsp;desainer Adrie Basuki&nbsp;memilih melihat limbah dari sudut pandang berbeda. Baginya, pakaian yang sudah tidak digunakan bukan berarti kehilangan nilai. Justru, material tersebut dapat menjadi titik awal untuk menciptakan sesuatu yang baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gagasan ini yang kemudian melahirkan&nbsp;Kain Marmer®, inovasi material yang mengubah pakaian bekas dan limbah tekstil menjadi lembaran baru dengan karakter visual menyerupai marmer alami. Sebagai Founder Kain Marmer®, Adrie tidak hanya menciptakan material alternatif, tetapi juga membawa perspektif baru dalam <em>fashion</em>: <em>sustainability</em> bukan semata tentang menggunakan material baru yang lebih ramah lingkungan, melainkan tentang memperpanjang usia material yang sudah ada.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9019" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5125-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9019" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5125-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5125-169x300.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5125-243x432.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5125-864x1536.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5125-1152x2048.jpg 1152w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9016" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9016" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-169x300.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-243x432-1.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-1152x2048-1.jpg 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-864x1536-1.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5134-scaled-1.jpg 1440w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9017" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9017" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-864x1536-1.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-243x432-1.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-1152x2048-1.jpg 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-169x300-1.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5136-scaled-1.jpg 1440w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9018" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9018" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-169x300-1.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-243x432-1.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-864x1536-1.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-1152x2048-1.jpg 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5141-scaled-1.jpg 1440w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9022" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9022" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-169x300.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-243x432.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-864x1536.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-1152x2048-1.jpg 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5144-scaled-1.jpg 1440w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9020" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9020" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-169x300.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-864x1536-1.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-243x432-1.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-1152x2048-1.jpg 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5148-scaled-1.jpg 1440w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="576" height="1024" data-id="9021" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-576x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9021" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-576x1024-1.jpg 576w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-243x432-1.jpg 243w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-169x300-1.jpg 169w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-864x1536-1.jpg 864w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-1152x2048-1.jpg 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSCF5192-scaled-1.jpg 1440w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal yang membuat Kain Marmer® menarik adalah kemampuannya mengolah berbagai jenis limbah tekstil, mulai dari katun, <em>polyester, </em>hingga <em>blended fabric.</em> Alih-alih mengembalikan limbah menjadi benang, material tersebut diproses melalui tahapan pemilahan, pencacahan, pemadatan, hingga dibentuk kembali menjadi lembaran.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9036" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9036" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-1-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-1-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-1-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9035" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-2-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9035" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-2-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-2-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-2-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9046" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-2-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9046" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-2-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-2-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-2-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9034" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-3-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9034" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-3-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-3-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-3-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/2-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9045" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-2-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9045" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-2-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-2-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-2-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9037" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-3-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9037" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-3-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-3-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-3-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9039" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-4-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9039" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-4-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-4-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-4-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/3-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9038" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-3-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9038" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-3-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-3-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-3-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9040" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-4-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9040" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-4-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-4-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-4-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/4-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9043" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9043" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-1-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-1-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-1-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9042" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-2-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9042" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-2-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-2-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-2-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/5-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9044" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9044" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-1-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-1-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-1-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9053" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-2-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9053" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-2-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-2-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-2-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/6-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9047" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9047" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-1-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-1-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-1-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9050" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-2-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9050" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-2-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-2-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-2-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/7-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9054" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9054" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-1-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-1-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-1-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9048" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9048" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/8.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9052" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9052" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-1-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-1-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-1-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9049" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9049" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/9.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9051" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/10-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9051" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/10-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/10-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/10-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/10.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya adalah permukaan dengan tekstur dan pola yang menyerupai marmer. Karena komposisi limbah yang digunakan berbeda-beda, setiap lembar memiliki motif dan karakter yang unik, <em>one of a kind</em>. Tidak ada dua lembar yang benar-benar sama. Di titik ini, material daur ulang tidak lagi sekadar menjadi pilihan yang lebih bertanggung jawab, tetapi juga menjadi bagian dari proses kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak dikembangkan pertama kali pada 2020, Kain Marmer® terus berkembang dari eksperimen material menjadi sebuah platform inovasi. Hingga 2025, Adrie dan tim telah mentransformasikan 6.689 potong pakaian bekas, mengolah 949 kilogram limbah tekstil, menghasilkan 779 meter Kain Marmer®, serta menciptakan 906 produk <em>fashion</em>. Eksplorasinya mencakup busana <em>ready-to-wear, couture, </em>aksesori, karya seni, dan berbagai bentuk desain lainnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih hebatnya lagi, Adrie membangun Kain Marmer® bersama dengan 18 orang perajin lokal asal Bogor, yang semuanya adalah perempuan. Bukan cuma memberikan edukasi dari nol seputar <em>fashion</em> dan pengolahan sisa kain, tapi di dalam kolaborasi ini Adrie menunjukkan bahwa mewujudkan lingkungan yang lebih lestari bisa beriringan dengan menggandeng perempuan untuk lebih berdaya, baik secara kemampuan maupun secara finansial.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Semakin Dikenal Luas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan Adrie dalam <em>circular fashion </em>semakin mendapat perhatian setelah ia meraih gelar Pemenang Lomba Perancang Mode 2021. Sejak itu, isu keberlanjutan menjadi bagian konsisten dari praktik kreatifnya dan dibawa ke berbagai panggung, termasuk Jakarta Fashion Week, Plaza Indonesia Fashion Week, serta Jakarta Fashion &amp; Food Festival.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9030" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9030" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-1365x2048.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-1024x1536.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2521-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9027" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9027" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-1024x1536-1.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-1365x2048-1.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_2692-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9029" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-683x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9029" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-683x1024-1.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-1024x1536.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-1365x2048.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3138-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9031" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9031" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-1024x1536.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-1365x2048-1.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3689-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9028" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9028" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-1024x1536-1.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-1365x2048-1.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-768x1152-1.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/Benang_Jiwa_3743-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bagi Adrie,<em> fashion</em> tidak berhenti pada persoalan material. Karya-karyanya juga kerap membawa cerita tentang manusia. &#8220;Transforma&#8221;, misalnya, menjadi penghormatan bagi para penyintas kanker dan semangat untuk bangkit.&nbsp;&#8220;Benang Jiwa&#8221;, yang dipresentasikan bersama Prisia Nasution, mengangkat kisah harapan dan ketangguhan para penyintas kanker. Sementara koleksi terbarunya,&nbsp;&#8220;Jantung Nadi&#8221;, mengeksplorasi isu kesehatan jantung melalui interpretasi batik kontemporer.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-5 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9026" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9026" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-1024x1536.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-1365x2048.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6486-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="9025" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9025" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-1365x2048.jpg 1365w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-768x1152.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-1024x1536.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DNY_6521-scaled.jpg 1707w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9023" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-819x1024-1.jpg" alt="" class="wp-image-9023" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-819x1024-1.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-767x959.jpg 767w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-1639x2048.jpg 1639w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-1229x1536.jpg 1229w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-240x300-1.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02080-scaled.jpg 2048w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="9024" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9024" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-819x1024.jpg 819w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-768x960.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-1638x2048.jpg 1638w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-240x300.jpg 240w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-1229x1536-1.jpg 1229w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DSC02189-scaled.jpg 2048w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini kemudian membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Adrie pernah bekerja sama dengan&nbsp;UNIQLO&nbsp;dalam program yang mengangkat semangat keberlanjutan pada 2022, serta berkolaborasi dengan&nbsp;Sofitel&nbsp;pada 2023 untuk mempertemukan hospitality dengan desain dan craftsmanship Indonesia. Pada 2026, kolaborasi bersama&nbsp;Mazda Indonesia&nbsp;kembali mempertemukan inovasi material, desain, dan filosofi <em>craftsmanship</em> dalam konteks lintas industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kain Marmer® pun perlahan bergerak melampaui <em>fashion.</em> Material ini memiliki potensi untuk diaplikasikan pada aksesori, karya seni, interior, hingga berbagai kebutuhan industri kreatif lainnya. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa material hasil daur ulang dapat memiliki kehidupan yang panjang ketika dipertemukan dengan desain dan kreativitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat lintas industri tersebut turut terlihat dalam pertemuan sore ini yang didukung oleh Ristorante Metro Pondok Indah. Mengusung pengalaman bersantap yang lebih elegan dan personal, restoran ini membawa pendekatan artisan Italia melalui perhatian terhadap kualitas bahan, proses pengolahan, dan detail penyajian. Kolaborasi ini menjadi ruang pertemuan antara gastronomi, desain, dan kreativitas, tiga bidang yang sama-sama memiliki perhatian pada proses dan <em>craftsmanship.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar inovasi material, Adrie juga menjadikan Kain Marmer® sebagai sarana untuk menciptakan dampak sosial. Melalui workshop, pelatihan, dan berbagai kolaborasi, ia membuka ruang bagi komunitas untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus peluang ekonomi kreatif. Programnya melibatkan penyintas kanker, perempuan dari komunitas rentan, ibu rumah tangga, seniman <em>neurodivergent, pengrajin lokal, hingga komunitas kreatif.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah konsep <em>circular fashion</em> yang dibawa Adrie terasa lebih luas. Bukan hanya tentang bagaimana sebuah material digunakan kembali dan dibuat menjadi karya-karya baru, tetapi juga bagaimana manusia diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkarya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bagi saya,<em> circular fashion </em>bukan sekadar menggunakan material daur ulang. Circular fashion adalah tentang memberi kesempatan kedua, kepada material, kepada manusia, dan kepada cerita yang pernah ada. Ketika sebuah kain memperoleh kehidupan baru, saya percaya harapan juga ikut lahir bersama proses itu,” ujar Adrie Basuki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui proses panjang Kain Marmer®, Adrie Basuki menunjukkan kalau <em>&#8220;eco-friendly&#8221;, &#8220;sustainable fashion&#8221;, </em>atau <em>&#8220;conscious fashion&#8221;</em>, bukanlah sekadar kata-kata atau hanya ungkapan di permukaan, tapi dilakukan sepenuh hati melalui perjalanan yang tidak instan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Images: Courtesy of Adrie Basuki</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/adrie-basuki-bercerita-tentang-kain-marmer-olahan-limbah-tekstil-yang-mendukung-circular-fashion-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PURANA Rayakan 17 Tahun Melalui &#8220;Renjana Perca&#8221;, Perpaduan Fashion, Seni dan Sustainability</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/purana-rayakan-17-tahun-melalui-renjana-perca-perpaduan-fashion-seni-dan-sustainability/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/purana-rayakan-17-tahun-melalui-renjana-perca-perpaduan-fashion-seni-dan-sustainability/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Apriliana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 08:36:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Indonesian Brands]]></category>
		<category><![CDATA[Industry Brief]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[The Art Loop]]></category>
		<category><![CDATA[designer brand]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian brand]]></category>
		<category><![CDATA[karya seni]]></category>
		<category><![CDATA[Purana]]></category>
		<category><![CDATA[seni dan budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=8974</guid>

					<description><![CDATA[Melalui Renjana Perca, PURANA menandai 17 tahun perjalanan dengan kolaborasi seni, warisan Indonesia, dan pendekatan circular fashion.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em><strong>Melalui Renjana Perca, PURANA menandai 17 tahun perjalanan dengan kolaborasi seni, warisan Indonesia, dan pendekatan circular fashion.</strong></em></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki usia ke-17, PURANA merayakan perjalanan kreatifnya dengan menghadirkan “PURANA 17: Renjana Perca”, sebuah perhelatan yang mempertemukan <em>fashion</em>, seni, budaya, dan prinsip ekonomi sirkular. Berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Renjana Perca sekaligus menjadi cara PURANA memaknai Bulan Kemerdekaan melalui semangat “Kemerdekaan Berkarya” bagi para seniman Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut tidak terlepas dari pendekatan kolaboratif yang telah menjadi bagian dari identitas PURANA sejak didirikan oleh Nonita Respati pada 2009. Mengusung filosofi <em>Livable Art</em>, rumah mode dan gaya hidup asal Indonesia ini dikenal memadukan kekayaan tekstil tradisional dengan <em>craftsmanship</em> modern, sekaligus melibatkan seniman lintas disiplin dalam pengembangan karyanya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5066-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8983" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5066-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5066-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5066-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5066-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5066-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selama hampir dua dekade, kolaborasi bersama para seniman digunakan PURANA untuk menerjemahkan kekayaan budaya, flora, fauna, lingkungan, dan berbagai cerita dari Nusantara ke dalam motif-motifnya. Perjalanan panjang tersebut kini kembali dipertemukan dalam Renjana Perca melalui karya 12 seniman yang pernah menjadi bagian dari perjalanan PURANA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama 17 tahun, perjalanan PURANA dalam menghidupkan filosofi &#8216;<em>Livable Art</em>&#8216; bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman hebat dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengabadikan kekayaan warisan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara ke dalam setiap motif PURANA,” ujar Nonita Respati, Founder &amp; Chief Creative Officer PURANA.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Melihat Kembali 17 Tahun Kolaborasi&nbsp;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5188-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8982" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5188-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5188-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5188-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5188-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5188-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu bagian yang merangkum perjalanan tersebut adalah <strong>The Living Archive</strong>, sebuah instalasi bergaya galeri yang mengolah sisa kain perca menjadi karya seni. Instalasi ini melibatkan 12 seniman sebagai kolaborator, yaitu Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra “HeHe” Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari, Hana Surya, Rosyid Akhmadi, Arief Susanto, dan Savirra Lavinia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan kembali material juga diterapkan pada desain ruang Renjana Perca. Keseluruhan struktur instalasinya dirancang oleh seniman Arief Susanto dan difabrikasi oleh DusDukDuk menggunakan 100% kardus daur ulang. Setelah acara berakhir, struktur tersebut dirancang agar dapat dibongkar dan kembali didaur ulang sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah pasca acara. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan sirkular tersebut turut diperlihatkan melalui demonstrasi <strong>Waste-to-Weave</strong> oleh Nonita Respati. Proses ini menunjukkan bagaimana limbah botol plastik yang telah melalui pengolahan daur ulang dapat diubah menjadi serat tekstil, sekaligus memberikan gambaran mengenai kemungkinan pemanfaatan material bekas dalam industri <em>fashion</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Regal Bloom Membuka Babak Baru PURANA</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5232-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8976" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5232-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5232-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5232-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5232-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5232-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PURANA juga memperlihatkan arah desainnya untuk musim mendatang melalui koleksi Spring/Summer 2027, Regal Bloom. Koleksi ini mengeksplorasi pertemuan antara tradisi dekoratif klasik Eropa dan warisan budaya Indonesia, yang kemudian diterjemahkan ke dalam corak hibrida seperti Tartan Parang, Puspa Paisley, Bakung Melati, dan Merpati Pelangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan tersebut terlihat melalui garis tartan yang terstruktur, motif batik yang lebih <em>fluid</em>, efek <em>jacquard</em>, serta inspirasi flora tropis Nusantara. Palet <em>sage, magenta, turquoise, emerald</em>, hingga <em>earthy neutrals</em> melengkapi koleksi yang dirancang untuk merepresentasikan perempuan modern dengan karakter <em>mature</em> dan juga elegan.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5190-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8980" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5190-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5190-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5190-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5190-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5190-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PURANA juga membawa pendekatan <em>mindful fashion</em> ke dalam pemilihan material koleksi. Spring/Summer 2027 seluruhnya menggunakan Bemberg™ dari Asahi Kasei dan TENCEL™ dari Lenzing, dua jenis serat botani yang dipilih karena karakter materialnya yang memiliki drape lembut, sirkulasi udara yang baik, serta proses produksi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Material tersebut kemudian dipadukan dengan motif cetak khas PURANA dan siluet berpotongan longgar yang memberikan keleluasaan bergerak. Melalui koleksi ini, craftsmanship lokal, desain kontemporer, dan perhatian terhadap lingkungan ditempatkan dalam satu bahasa desain yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Regal Bloom, rangkaian <em>runway</em> Renjana Perca turut memperkenalkan PURANA x FUGUKU Bags Collection, PURAGRAPH Vol. 2 x PURACA Bags Collection yang dirancang oleh Kika, Founder Kaloka Pottery, serta debut PURANA KIDS, lini pakaian anak pertama dari PURANA.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lebih dari Sebuah Fashion Showcase&nbsp;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5262-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8977" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5262-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5262-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5262-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5262-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/08/DACM5262-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Renjana Perca juga dikembangkan sebagai pengalaman yang dapat dinikmati di luar <em>runway</em>. Melalui <strong>Renjana Showcase Boutique</strong>, PURANA mengadaptasi pendekatan presentasi yang umum ditemui dalam pekan mode internasional. Area tersebut tidak difungsikan sebagai toko konvensional, melainkan sebagai ruang <em>preview</em> bagi pengunjung, pembeli, dan klien untuk melihat koleksi musim mendatang sekaligus melakukan <em>pre-order</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama penyelenggaraan, terdapat pula 14 <em>workshop</em> komunitas yang membahas berbagai bidang, mulai dari <em>upcycling craft</em> dan meracik jamu tradisional hingga <em>table setting</em> dan analisis warna personal. Rangkaian tersebut memperluas Renjana Perca dari sekadar presentasi koleksi menjadi ruang bertemunya <em>fashion, </em>kreativitas, dan gaya hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah 17 tahun berkarya, Renjana Perca menjadi kesempatan bagi PURANA untuk melihat kembali identitas yang telah dibangun sekaligus memperlihatkan arah berikutnya. Alih-alih menempatkan warisan budaya sebagai sesuatu yang statis, PURANA membawanya ke dalam konteks yang lebih kontemporer melalui kolaborasi, eksplorasi material, dan pendekatan sirkular. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bagaimana kekayaan lokal dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan cerita yang menjadi akarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Image: courtesy of PURANA&nbsp;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/purana-rayakan-17-tahun-melalui-renjana-perca-perpaduan-fashion-seni-dan-sustainability/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UNIQLO Salurkan 12 Ribu Pakaian melalui RE.UNIQLO Community Day</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/uniqlo-salurkan-12-ribu-pakaian-melalui-re-uniqlo-community-day/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/uniqlo-salurkan-12-ribu-pakaian-melalui-re-uniqlo-community-day/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Apriliana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[RE.UNIQLO Community Day]]></category>
		<category><![CDATA[Uniqlo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=8305</guid>

					<description><![CDATA[Bersama pelanggan dan Human Initiative, UNIQLO memperpanjang masa pakai pakaian dan meneruskan manfaatnya kepada 1.000 keluarga.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><em>Bersama pelanggan dan Human Initiative, UNIQLO memperpanjang masa pakai pakaian dan meneruskan manfaatnya kepada 1.000 keluarga</em></strong>.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi UNIQLO, siklus hidup sebuah pakaian tidak berakhir saat berpindah dari tangan pemilik pertamanya. Melalui inisiatif <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.uniqlo.com/id/id/special-feature/sustainability/re-uniqlo-studio&amp;ved=2ahUKEwj3_tX7yOWVAxXM9zgGHQ2DAgkQFnoECBoQAQ&amp;usg=AOvVaw0rlgQCTO2JVsLlfub59foF" target="_blank" rel="noopener">RE.UNIQLO</a> Community Day yang digelar di UNIQLO Grand Kota Bintang, Bekasi, jenama asal Jepang ini, bersama para pelanggan dan Human Initiative, meneruskan manfaat 12.000 pakaian layak pakai untuk didistribusikan kepada sekitar 1.000 keluarga di Bekasi Barat. Inisiatif ini menegaskan komitmen UNIQLO terhadap keberlanjutan, di mana setiap pakaian dapat terus menghadirkan manfaat bagi lebih banyak kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar kegiatan penyaluran pakaian, RE.UNIQLO Community Day mempertemukan partisipasi pelanggan dengan kebutuhan nyata di tengah masyarakat. Setiap pakaian yang dikumpulkan membawa kontribusi pelanggan UNIQLO dan memperoleh kesempatan untuk kembali digunakan dalam keseharian keluarga lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kolaborasi RE.UNIQLO dengan Human Initiative</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-1-1024x683.jpg" alt="re.uniqlo" class="wp-image-8311" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-1-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-1-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-1-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-1-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-1-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pelaksanaannya, UNIQLO berkolaborasi dengan Human Initiative untuk memastikan proses penyaluran berlangsung tertib dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Keluarga penerima manfaat diberikan keleluasaan untuk memilih sendiri pakaian berdasarkan ukuran, kebutuhan, dan aktivitas masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih personal, nyaman, dan tetap menghargai pilihan setiap keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/evolusi-kolaborasi-fast-fashion-dengan-desainer-yang-mengubah-industri/"><strong>Evolusi Kolaborasi Fast Fashion dengan Desainer yang Mengubah Industri</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-9-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8416" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-9-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-9-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-9-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-9-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-9-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">“Melalui RE.UNIQLO Community Day, kami ingin memperpanjang manfaat pakaian sekaligus meneruskan partisipasi pelanggan kepada komunitas. Bekasi kami pilih karena UNIQLO telah menjadi bagian dari masyarakat di wilayah ini melalui kehadiran beberapa toko kami, termasuk UNIQLO Grand Kota Bintang. Kami ingin terus tumbuh bersama komunitas Bekasi dan menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat sekitar. Karena itu, bukan hanya jumlah pakaian yang kami perhatikan, tetapi juga bagaimana setiap keluarga dapat memilih pakaian yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya,“ ungkap Ryohei Sato, Co-COO PT. Fast Retailing Indonesia, mengutip dari siaran pers.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="933" height="622" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-4.jpg" alt="" class="wp-image-8310" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-4.jpg 933w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-4-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-4-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 933px) 100vw, 933px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun ini, jumlah pakaian yang disalurkan meningkat menjadi 12.000 potong, atau dua kali lipat dibandingkan kegiatan sebelumnya yang menyalurkan 6.000 potong pakaian. UNIQLO memilih Bekasi Barat sebagai lokasi pelaksanaan karena keberadaan UNIQLO Grand Kota Bintang serta kolaborasi dengan Human Initiative dan komunitas lokal di wilayah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, proses memilih sendiri menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Keluarga dapat menentukan pakaian yang paling sesuai, baik dari sisi ukuran maupun kebutuhan sehari-hari. Kami mengapresiasi kolaborasi bersama UNIQLO yang tidak hanya memperhatikan ketepatan penyaluran, tetapi juga pengalaman yang lebih baik bagi setiap keluarga,“ ujar Destira Maryati, Manajer Bisnis Sosial Institusional Partnership Human Initiative.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="932" height="622" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-16.jpg" alt="uniqlo, re.uniqlo" class="wp-image-8306" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-16.jpg 932w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-16-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-16-768x513.jpg 768w" sizes="(max-width: 932px) 100vw, 932px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu penerima manfaat turut menyampaikan apresiasinya terhadap pengalaman tersebut. “Kami senang karena dapat memilih sendiri pakaian yang tersedia. Dengan begitu ukuran akan sesuai dan pastinya terpakai. Jenis pakaian juga bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan setiap anggota keluarga. Saya ambil untuk saya, suami, dan anak saya,“ ujar Ibu Eka, warga Kelurahan Bekasi Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/menjawab-pertanyaan-hype-kolaborasi-uniqlo-x-needles/"><strong>Menjawab Pertanyaan Hype Kolaborasi UNIQLO x Needles</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui RE.UNIQLO Community Day, setiap pakaian mendapatkan kesempatan untuk kembali menemukan pemilik yang sesuai, sehingga dapat terus digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Program ini sekaligus mempertegas komitmen UNIQLO untuk tumbuh bersama komunitas lokal di Bekasi, sejalan dengan kehadiran UNIQLO Grand Kota Bintang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sejak 2025.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="933" height="622" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-7.jpg" alt="" class="wp-image-8308" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-7.jpg 933w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-7-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/RE.UNIQLO-Community-Day-7-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 933px) 100vw, 933px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui inisiatif RE.UNIQLO yang mendorong sirkularitas <em>fashion</em>. Pelanggan dapat mendonasikan pakaian layak pakai melalui RE.UNIQLO Box di seluruh gerai UNIQLO, maupun memperpanjang usia pakaian favorit lewat layanan perbaikan di RE.UNIQLO Studio. Dengan memperbaiki, menggunakan kembali, dan meneruskan pakaian, UNIQLO mengajak pelanggan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai dan kualitas LifeWear.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dukungan pelanggan, mitra, dan komunitas, UNIQLO berharap semakin banyak pakaian dapat terus digunakan serta memberikan manfaat yang lebih panjang bagi manusia dan lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Image: UNIQLO&nbsp;</em></p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/uniqlo-salurkan-12-ribu-pakaian-melalui-re-uniqlo-community-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Japanese Denim yang Menjadi Obsesi Baru Pencinta Fashion Saat Ini</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/japanese-denim-yang-menjadi-obsesi-baru-pencinta-fashion-saat-ini/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/japanese-denim-yang-menjadi-obsesi-baru-pencinta-fashion-saat-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bella Konstantin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 10:24:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ready To Wear]]></category>
		<category><![CDATA[Industry Brief]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[Bella Hadid]]></category>
		<category><![CDATA[Japanese denim]]></category>
		<category><![CDATA[orSlow]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=8342</guid>

					<description><![CDATA[Belakangan ini, popularitas Japanese denim kembali melonjak, karena punya karakter khas dan mendukung slow fashion.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><em>Sebenarnya, bukan hal baru kalau Japanese denim memiliki banyak peminat.</em></strong> <strong><em>Tapi, belakangan ini, popularitasnya kembali tinggi, karena memiliki karakter khas dan mendukung slow fashion.</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah dominasi tren yang bergerak semakin cepat, <em>Japanese</em> denim justru menemukan momentumnya. Ketika konsumen mulai lelah dengan siklus mikrotren dan produk yang cepat usang, perhatian kembali tertuju pada sesuatu yang menawarkan kualitas, karakter, dan keawetan. Hasilnya, denim buatan Jepang menjadi salah satu kategori yang paling diburu oleh <em>fashion enthusiast</em>, kolektor, hingga para selebritas papan atas dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/tidak-ada-salahnya-menjadi-outfit-repeater/"><strong>Tidak Ada Salahnya Menjadi Outfit Repeater</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Reputasi <em>Japanese denim </em>tidak lahir dari sekadar label “<em>made in Japan</em>”. Banyak produsen denim di wilayah Kojima, Okayama, masih mempertahankan teknik tenun tradisional menggunakan <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://danarmas.com/news/detail/shuttle-loom-pengertian-cara-kerja-dan-perannya-di-industri-tekstil-modern&amp;ved=2ahUKEwihqdTbueWVAxVJxTgGHY3mHV0QFnoECCkQAQ&amp;usg=AOvVaw2Jf_yocu6T6LavKEGw7I_b" target="_blank" rel="noopener"><em>shuttle loom</em> </a>kuno yang menghasilkan <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://ltex.co.id/blog/apa-itu-denim-selvedge&amp;ved=2ahUKEwiDhPvoueWVAxWzwjgGHftjBNQQFnoECCQQAQ&amp;usg=AOvVaw0RZ0ws1ZcCWGChDeH1SOJs" target="_blank" rel="noopener">kain <em>selvedge</em></a> dengan tekstur khas dan karakter pudar yang unik. Setiap lipatan, bekas gesekan, dan perubahan warna yang muncul seiring waktu menciptakan jejak personal yang hampir pasti tidak bisa direplikasi oleh produksi massal.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Japanese Denim dan Sustainability</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, popularitasnya saat ini bukan semata hanya soal <em>craftsmanship</em>. Estetika <em>fashion</em> global juga sedang bergeser menuju pendekatan yang lebih autentik dan berumur panjang. Tren <em>quiet luxury</em>, <em>workwear revival</em>, hingga meningkatnya minat terhadap pakaian <em>vintage</em> membuat denim dengan kualitas tinggi terasa semakin relevan. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk yang terlihat baru, tetapi juga yang mampu terlihat lebih baik justru setelah bertahun-tahun dipakai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara berbagai nama yang ada, <strong>Kapital</strong> menjadi salah satu <em>brand</em> yang paling banyak menarik perhatian. Eksplorasinya terhadap teknik <em>sashiko</em>, <em>boro</em>, <em>patchwork</em>, dan siluet eksperimental menjadikan denim sebagai medium ekspresi artistik. Sementara itu, <strong>orSlow</strong> menawarkan pendekatan yang lebih minimalis melalui potongan longgar dan nuansa <em>vintage</em> yang selaras dengan estetika modern saat ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="640" height="960" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/show-2.jpeg" alt="Japanese denim" class="wp-image-8361" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/show-2.jpeg 640w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/show-2-200x300.jpeg 200w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kapital</em></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/w2000_q60-768x1024.webp" alt="Japanese denim" class="wp-image-8366" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/w2000_q60-768x1024.webp 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/w2000_q60-225x300.webp 225w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/w2000_q60-1152x1536.webp 1152w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/w2000_q60-1536x2048.webp 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/w2000_q60-scaled.webp 1920w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>orSlow</em></p>



<h3 class="wp-block-heading">Peranan Public Figure dalam Popularitas Japanese Denim</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Popularitas <em>Japanese denim </em>juga didorong oleh deretan figur berpengaruh di industri kreatif. A$AP Rocky kerap terlihat mengenakan berbagai koleksi Kapital dalam penampilan kasual maupun editorial. Dua Lipa beberapa kali tampil dengan denim bernuansa <em>vintage</em> yang sejalan dengan tren <em>Japanese</em> <em>workwear</em>. Sementara itu, Pharrell Williams dikenal sebagai salah satu kolektor dan pendukung lama budaya denim Jepang, jauh sebelum tren ini mencapai audiens yang lebih luas. Di kalangan <em>fashion insider</em>, nama seperti Bella Hadid juga ikut memperkuat tren denim longgar dan berkarakter yang menjadi pasangan ideal bagi banyak <em>brand </em>Jepang saat ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="682" height="1024" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/95cf1ed6104ccaeaebbc2a4d67fbcb5b-682x1024.jpg" alt="Japanese denim" class="wp-image-8370" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/95cf1ed6104ccaeaebbc2a4d67fbcb5b-682x1024.jpg 682w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/95cf1ed6104ccaeaebbc2a4d67fbcb5b-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/95cf1ed6104ccaeaebbc2a4d67fbcb5b-768x1153.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/95cf1ed6104ccaeaebbc2a4d67fbcb5b.jpg 799w" sizes="(max-width: 682px) 100vw, 682px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="670" height="1024" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/251b431c7b11f97d66ab978d34f22a50-1-670x1024.jpg" alt="Japanese denim" class="wp-image-8377" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/251b431c7b11f97d66ab978d34f22a50-1-670x1024.jpg 670w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/251b431c7b11f97d66ab978d34f22a50-1-196x300.jpg 196w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/251b431c7b11f97d66ab978d34f22a50-1-768x1174.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/251b431c7b11f97d66ab978d34f22a50-1-1005x1536.jpg 1005w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/07/251b431c7b11f97d66ab978d34f22a50-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, daya tarik <em>Japanese</em> denim justru muncul di saat industri mode semakin terdorong oleh teknologi dan kecepatan. Di tengah era algoritma, denim Jepang menawarkan sesuatu yang terasa lebih manusiawi berupa proses yang lebih lambat, perhatian terhadap detail, dan pakaian yang berkembang bersama pemiliknya. Mungkin itulah alasan mengapa <em>Japanese</em> denim kini tidak hanya menjadi item <em>fashion</em>, tetapi juga simbol dari cara berpakaian yang lebih <em>aware</em> dan personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tertarik mengoleksi <em>Japanese denim</em>? Selain <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.kapital.jp/&amp;ved=2ahUKEwjI2amBuuWVAxW376ACHe2IDT4QFnoECA0QAQ&amp;usg=AOvVaw3Blbx-sAuBzNtjviSsnuMM" target="_blank" rel="noopener">Kapital</a> dan <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.707.co.id/collections/orslow%3Fsrsltid%3DAfmBOop30J4ry-XerCxWGkP8_Ye-DGLvGHxvWxR7f61ieWj0E_hvNvFd&amp;ved=2ahUKEwi777yHuuWVAxWJxDgGHdHuA0cQFnoECBgQAQ&amp;usg=AOvVaw2BUr0qyE9qF7D6zckXgt_n" target="_blank" rel="noopener">orSlow</a>, kamu bisa cek sederet label lain seperti <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.japanblue-jeans.com/&amp;ved=2ahUKEwiwiICOuuWVAxXrwTgGHaSCBAwQFnoECBUQAQ&amp;usg=AOvVaw3tGwZjTIa-vuopGTOpo5Hb" target="_blank" rel="noopener">Japan Blue Jeans</a>, <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.momotaro-jeans.com/en_US/home/&amp;ved=2ahUKEwjZqdmSuuWVAxULxTgGHZsVOdwQFnoECB4QAQ&amp;usg=AOvVaw1reKgFVmbHrpe4suj8aYam" target="_blank" rel="noopener">Momotaro</a>, <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://sugarcanejeans.com/%3Fsrsltid%3DAfmBOooPLODDBhq9JShHyYuVKUSacT0EDhbwlw3f9EL88zGpFDz_KzX6&amp;ved=2ahUKEwjb5ISYuuWVAxUr-jgGHQ1cK-AQFnoECBUQAQ&amp;usg=AOvVaw2NXUNu3p0EYXXks5ADzbDw" target="_blank" rel="noopener">Sugar Cane</a>, <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.samurai-jeans.com/en&amp;ved=2ahUKEwiJ85iduuWVAxXkxDgGHWAuFgIQFnoECA8QAQ&amp;usg=AOvVaw1uJ7QbrbA5q9he6DunhIVY" target="_blank" rel="noopener">Samurai</a>, <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://ironheart.co.uk/%3Fsrsltid%3DAfmBOor4pRexL5ZHaAtuMK0So-D747M_NLBKBNi-4RAu8hKsbkxM0Gf0&amp;ved=2ahUKEwihiuWiuuWVAxWzhGMGHTfHDe0QFnoECBcQAQ&amp;usg=AOvVaw3XDZIYpelElm-LA4vSpCM3" target="_blank" rel="noopener">Iron Heart</a>, <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://shopdartisan.com/%3Fsrsltid%3DAfmBOor9yU0FzTU7CuvzeEyR15jnh8ESPdFJRGwEyiPRtDyPRgFYRegD&amp;ved=2ahUKEwjLvJOpuuWVAxVY8zgGHehHA3gQFnoECBkQAQ&amp;usg=AOvVaw1tevmSnvZA9THNSOctGAMB" target="_blank" rel="noopener">Studio D&#8217;Artisan</a>, Warehouse, Evisu, The Strike Gold, dan masih banyak yang lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Images: Courtesy of Kapital, Mr Porter, Japan Blue Jeans, Getty Images</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/japanese-denim-yang-menjadi-obsesi-baru-pencinta-fashion-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8342</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Sustainability Saja Tidak Lagi Cukup? Pelajaran dari Everlane, Stella McCartney, dan Allbirds</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/mengapa-sustainability-saja-tidak-lagi-cukup-pelajaran-dari-everlane-stella-mccartney-dan-allbirds/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/mengapa-sustainability-saja-tidak-lagi-cukup-pelajaran-dari-everlane-stella-mccartney-dan-allbirds/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alita Claudia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=7946</guid>

					<description><![CDATA[Everlane, Stella McCartney, dan Allbirds menunjukkan bahwa sustainability saja tak lagi cukup. Apa yang sebenarnya terjadi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama lebih dari satu dekade terakhir, <em>sustainability</em> menjadi salah satu <a href="https://theluxuryreports.id/fashions-future-is-changing-sustainability-is-at-the-center-of-it/">fondasi penting dalam industri fashion</a>. Konsumen semakin peduli terhadap isu lingkungan, sementara berbagai brand berlomba membangun identitas sebagai pelaku <em>fashion</em> yang lebih bertanggung jawab melalui material inovatif, rantai pasok yang transparan, hingga praktik produksi yang lebih etis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kasus di industri <em>fashion</em> justru memunculkan pertanyaan yang lebih kompleks: apakah <em>sustainability</em> sebagai nilai dan identitas brand cukup untuk menghadapi tuntutan pertumbuhan, profitabilitas, dan ekspektasi pasar? Everlane diakuisisi oleh Shein, Stella McCartney berkolaborasi dengan H&amp;M, hingga <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.bbc.com/news/articles/c98mrepzgj7o&amp;ved=2ahUKEwjrgYvr66uVAxXVSmwGHSiMHQUQFnoECBgQAQ&amp;usg=AOvVaw0iXUhr3b7bzk_FuMI05eUD" target="_blank" rel="noopener">Allbirds yang meninggalkan industri <em>fashion</em></a> untuk bertransformasi menjadi perusahaan AI. Jika demikian, apa yang sebenarnya sedang terjadi? </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="652" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/fd4c03a1_b54a.png-1024x652.jpeg" alt="" class="wp-image-7949" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/fd4c03a1_b54a.png-1024x652.jpeg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/fd4c03a1_b54a.png-300x191.jpeg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/fd4c03a1_b54a.png-768x489.jpeg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/fd4c03a1_b54a.png.jpeg 1256w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Everlane: Ketika Realitas Mulai Berbicara</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Everlane muncul di awal 2010-an, ketika lanskap <em>sustainable fashion</em> masih jauh lebih kecil dibanding sekarang. Pada saat brand seperti Patagonia dan Stella McCartney mendominasi percakapan seputar keberlanjutan dari segmen <em>outdoor</em> dan <em>luxury</em>, Everlane hadir dengan pendekatan yang berbeda. Brand ini menawarkan sesuatu yang terasa lebih dekat dengan konsumen sehari-hari, yakni pakaian dasar seperti kaus dan kemeja dengan yang relatif terjangkau, tetapi berkualitas baik, dan dirancang untuk bisa digunakan dalam jangka panjang. Mengusung konsep <em>radical transparency</em>, Everlane juga menjadi salah satu brand yang aktif membagikan informasi mengenai biaya produksi, pabrik, serta rantai pasoknya kepada publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun pada Mei 2026, Everlane dilaporkan telah diakuisisi oleh Shein dengan nilai sekitar US$100 juta setelah gagal melunasi utang yang dilaporkan mencapai sekitar US$90 juta. Jika Everlane membangun identitasnya di atas transparansi, kualitas, dan konsumsi yang lebih sadar, Shein justru dikenal sebagai salah satu <a href="https://theluxuryreports.id/can-fast-fashion-ever-be-sustainable/">pemain terbesar dalam kategori <em>ultra-fast fashion</em></a>. Perusahaan ini menambahkan ribuan produk baru ke platformnya setiap hari. Model bisnis <em>ultra-fast fashion</em> Shein berulang kali menuai kritik terkait konsumsi berlebihan, dugaan plagiarisme desain, kondisi tenaga kerja, hingga dampak lingkungan dan transparansi rantai pasok. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah ironi sekaligus kontroversinya muncul. Bagaimana mungkin sebuah brand yang selama ini menjual nilai “konsumsi yang lebih sadar” justru berakhir di bawah kepemilikan perusahaan yang sering dianggap sebagai simbol dari budaya konsumsi berlebihan? Namun di saat yang sama, kasus Everlane juga menunjukkan bahwa nilai sustainability saja tidak bisa otomatis menyelesaikan tuntutan dasar sebuah bisnis. Di balik nilai-nilai yang diperjuangkan, tetap ada kewajiban finansial yang harus dibayar, pertumbuhan yang harus dijaga, dan tekanan profit yang tidak bisa diselesaikan oleh reputasi semata.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-15.49.30-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-7951" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-15.49.30-1024x768.jpeg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-15.49.30-300x225.jpeg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-15.49.30-768x576.jpeg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-15.49.30.jpeg 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Stella McCartney: Kolaborasi atau Kontradiksi?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Brand <em>sustainable</em> yang berkolaborasi dengan pemain <em>fast fashion</em> bukanlah fenomena baru. Stella McCartney misalnya, tahun ini merilis koleksi kolaborasinya dengan H&amp;M, salah satu pemain terbesar dalam industri <em>fast fashion</em> global, perusahaan yang secara luas disebut berada di jajaran teratas industri tersebut setelah Shein dan Inditex.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jauh sebelum isu keberlanjutan menjadi arus utama dalam industri <em>fashion</em> seperti sekarang, Stella McCartney telah menolak penggunaan material <em>fur</em> dan <em>leather</em>, berinvestasi pada material alternatif, serta secara konsisten menjadikan isu lingkungan sebagai bagian inti dari identitas brand-nya. Karena itu, kolaborasinya dengan H&amp;M kembali memunculkan pertanyaan yang serupa dengan kasus Everlane: Jika <em>sustainability</em> merupakan prinsip utama sebuah brand, mengapa justru memilih partner yang berada di sisi berlawanan dari sistem tersebut?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari perspektif Stella McCartney, kolaborasi ini dinilai bertujuan untuk membawa <em>sustainability</em> ke pasar yang lebih luas. Brand menekankan bahwa <em>sustainability</em> tidak akan memiliki perubahan signifikan jika hanya berhenti di segmen <em>luxury</em>. Melalui kerja sama dengan pemain <em>mass market </em>seperti H&amp;M, prinsip-prinsip keberlanjutan dapat diperkenalkan kepada audiens yang jauh lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah dilema itu muncul. Jika nilai keberlanjutan merupakan fondasi sebuah brand, sampai sejauh mana prinsip tersebut dapat dikompromikan demi memperluas jangkauan pasar? Di sisi lain, kolaborasi ini juga memperkuat narasi H&amp;M sebagai perusahaan yang bergerak menuju model bisnis yang lebih bertanggung jawab, meski fondasi <em>fast fashion</em> mereka tidak berubah secara fundamental.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1920" height="1440" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/Moonshot-edited.jpg" alt="" class="wp-image-7954" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/Moonshot-edited.jpg 1920w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/Moonshot-edited-300x225.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/Moonshot-edited-1024x768.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/Moonshot-edited-768x576.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/Moonshot-edited-1536x1152.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Allbirds: Akhir dari Sebuah Era</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah yang sedikit berbeda diambil oleh Allbirds. Selama bertahun-tahun, Allbirds bahkan kerap disebut sebagai salah satu &#8220;<em>poster child</em>&#8221; gerakan <em>sustainable fashion </em>di Silicon Valley. Jika kasus Everlane dan Stella McCartney menunjukkan bagaimana brand sustainable bernegosiasi dengan dunia <em>fast fashion</em>, Allbirds justru bertransformasi menjadi perusahaan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Brand asal San Francisco tersebut dikenal sebagai salah satu nama paling menjanjikan dalam gelombang baru sustainable fashion. Melalui penggunaan material seperti <em>merino wool, eucalyptus fiber</em>, dan berbagai inovasi material berbasis alam lainnya, Allbirds berhasil membangun reputasi sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan di pasar <em>footwear</em>. Brand ini juga memperoleh sertifikasi B Corp dan menjadikan pengurangan jejak karbon sebagai bagian penting dari identitasnya. Bukan hanya itu, produknya juga sempat dikenakan oleh mantan Presiden AS Barack Obama, dan aktor sekaligus aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio tercatat sebagai salah satu investornya. Momentum tersebut mencapai puncaknya ketika valuasi perusahaan sempat menyentuh sekitar US$4 miliar setelah melantai di bursa pada 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya perkembangan yang menjanjikan tersebut tidak bertahan lama. Dalam beberapa tahun berikutnya, perusahaan menghadapi perlambatan pertumbuhan, tekanan profitabilitas, serta meningkatnya persaingan di pasar <em>footwear</em>. Kompetitor seperti <em>On</em> dan <em>Hoka</em> berhasil memenangkan perhatian konsumen melalui kombinasi performa, inovasi produk, dan positioning yang lebih relevan dengan tren pasar saat itu. Di tengah perubahan dinamika industri dan ekspektasi investor yang terus meningkat, fondasi sustainability yang selama ini menjadi kekuatan utama <em>Allbirds</em> tidak lagi cukup untuk mempertahankan performa bisnisnya. Apa yang terjadi pada <em>Allbirds</em> menunjukkan bahwa membangun produk yang inovatif dan berkelanjutan tidak selalu cukup untuk menjamin keberhasilan jangka panjang ketika selera konsumen, persaingan pasar, dan tuntutan pertumbuhan bergerak ke arah yang berbeda.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/DSC06309-1-1366x2048-1-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-7956" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/DSC06309-1-1366x2048-1-683x1024.jpg 683w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/DSC06309-1-1366x2048-1-200x300.jpg 200w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/DSC06309-1-1366x2048-1-768x1151.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/DSC06309-1-1366x2048-1-1025x1536.jpg 1025w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/06/DSC06309-1-1366x2048-1.jpg 1366w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dilihat secara terpisah, tiga kasus ini tampak berbeda: satu akuisisi, satu kolaborasi, dan satu pivot industri. Namun jika ditarik ke level yang lebih mendasar, semuanya menunjukkan satu pola yang sama, yakni sustainability sebagai <em>positioning</em> brand ternyata tidak otomatis berfungsi sebagai model bisnis yang stabil dalam jangka panjang. Di fase awal, sustainability memberi brand-brand ini identitas yang jelas sekaligus pembeda di tengah industri fashion yang semakin kompetitif. Namun ketika bisnis mulai berkembang, tantangan yang mereka hadapi ikut berkembang: profitabilitas, ekspansi pasar, ekspektasi investor, hingga persaingan yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan arah seperti ini tidak hanya berdampak pada model bisnis, tetapi juga pada persepsi publik. Ketika brand yang dibangun di atas nilai keberlanjutan mulai “berkompromi”, tidak heran jika konsumen cenderung mempertanyakan seberapa serius penerapan nilai tersebut sejak awal, yang membuat sustainability terlihat seperti <em>positioning</em> yang relevan selama kondisi pasar mendukung. Tidak bisa dipungkiri, membangun bisnis yang sukses sekaligus tetap konsisten terhadap nilai-nilai yang diperjuangkannya bukanlah hal yang mudah, terlebih di dalam industri yang sejak awal tidak dirancang untuk mendukung model tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang sedang terjadi bukanlah kemunduran sustainability dalam industri fashion. Justru sebaliknya. Industri kini mulai berhadapan dengan kenyataan bahwa membangun brand yang lebih bertanggung jawab hanyalah satu bagian dari persamaan. Agar dapat bertahan dalam jangka panjang, nilai-nilai tersebut tetap harus didukung oleh model bisnis yang mampu tumbuh, beradaptasi, dan menghasilkan keuntungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Images courtesy of:</strong> Everlane, H&amp;M, Allbirds, Reformation.</p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/mengapa-sustainability-saja-tidak-lagi-cukup-pelajaran-dari-everlane-stella-mccartney-dan-allbirds/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7946</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengurai Paradoks di Balik Klaim ‘Sustainable’ Fast Fashion</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/can-fast-fashion-ever-be-sustainable/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/can-fast-fashion-ever-be-sustainable/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alita Claudia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[TLR Point of View]]></category>
		<category><![CDATA[Fast fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainable Fashion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=7351</guid>

					<description><![CDATA[Fast fashion turut mengadopsi narasi sustainable dengan menawarkan koleksi yang diklaim lebih bertanggung jawab. Can it be done?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri <em>fashion</em> tengah berada di titik yang menarik, atau mungkin, kontradiktif. Di satu sisi, <em>fast fashion</em> terus bergerak semakin cepat, didorong oleh siklus tren yang semakin singkat dan produksi dalam skala masif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, mereka juga turut mengadopsi narasi <em>sustainable</em> dengan menawarkan koleksi yang diklaim lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan: <strong><em>can fast fashion ever be sustainable?</em> </strong>Atau, apakah ini sekadar upaya industri untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman tanpa benar-benar mengubah fondasinya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/tertarik-berkarier-di-sustainable-fashion-arcteryx-dan-hermes-mungkin-sedang-mencari-kamu/">Tertarik Berkarier di Sustainable Fashion? Arc’teryx dan Hermès Mungkin Sedang Mencari Kamu</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="491" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot-2026-05-08-at-20.00.25-1024x491.png" alt="" class="wp-image-7357" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot-2026-05-08-at-20.00.25-1024x491.png 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot-2026-05-08-at-20.00.25-300x144.png 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot-2026-05-08-at-20.00.25-768x368.png 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot-2026-05-08-at-20.00.25-1536x736.png 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot-2026-05-08-at-20.00.25-2048x982.png 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Defining “</strong><strong><em>Sustainable</em></strong><strong>”: Lebih dari Sekadar Label</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, istilah “<em>sustainable</em>” telah menjadi salah satu kata paling sering digunakan dalam industri <em>fashion</em>. Namun, di balik popularitasnya, definisi <em>sustainability</em> sering kali disederhanakan, misal, hanya pada penggunaan material yang dianggap lebih ramah lingkungan, seperti <em>recycled fabrics</em> atau <em><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.harapankurnia.co.id/post/100-organic-cotton-by-ocs&amp;ved=2ahUKEwio_4TbwauUAxVLwjgGHQHKDSYQFnoECCYQAQ&amp;usg=AOvVaw3BazWmz_NBzlXRc1JWf_4l" target="_blank" rel="noopener">organic cotton</a></em>. Padahal, <em>sustainability</em> dalam konteks <em>fashion</em> jauh lebih kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara menyeluruh, <em>sustainability</em> mencakup seluruh siklus hidup sebuah produk: mulai dari sumber bahan baku, proses produksi, kondisi tenaga kerja, distribusi, hingga bagaimana produk tersebut digunakan dan pada akhirnya dibuang. Artinya, sebuah brand tidak dapat disebut benar-benar sustainable hanya karena meluncurkan satu lini koleksi <em>eco-friendly</em>, sementara sebagian besar operasionalnya masih bergantung pada produksi massal dan siklus konsumsi yang cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/fashions-future-is-changing-sustainability-is-at-the-center-of-it/">Fashion’s Future is Changing, Sustainability is at The Center of It</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh lagi, <em>sustainability</em> juga berkaitan erat dengan durabilitas dan pola konsumsi. Produk yang dirancang untuk bertahan lama, baik dari segi kualitas maupun relevansi desain, secara umum lebih <em>sustainable</em> dibandingkan produk yang ditujukan untuk tren jangka pendek. Oleh karena itu, <em>sustainability</em> tidak hanya menjadi tanggung jawab produsen, tetapi juga menantang cara konsumen memaknai dan mengonsumsi <em>fashion</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/photo-1721152531086-70a0d0bb33f9-1024x683.avif" alt="fast fashion, sustainable fashion" class="wp-image-7354" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/photo-1721152531086-70a0d0bb33f9-1024x683.avif 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/photo-1721152531086-70a0d0bb33f9-300x200.avif 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/photo-1721152531086-70a0d0bb33f9-768x512.avif 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/photo-1721152531086-70a0d0bb33f9-1536x1024.avif 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/photo-1721152531086-70a0d0bb33f9-2048x1366.avif 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dibangun untuk Kecepatan dan Skala</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika sebelumnya <em>brand fashion</em> tradisional umumnya hanya merilis sekitar dua hingga empat koleksi utama dalam setahun mengikuti kalender Spring/Summer dan Fall/Winter, <em>fast fashion</em> kini bekerja dalam ritme yang jauh lebih agresif. Beberapa <em>fast fashion</em> brand bahkan disebut merilis lebih dari 52 “<em><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://medium.com/%40andreaazevedo_32670/the-effects-of-the-52-micro-seasons-on-the-environment-edd87951b74f&amp;ved=2ahUKEwir_P6cw6uUAxWPTWwGHcaTCG4QFnoECBgQAQ&amp;usg=AOvVaw1CdEHNQSFWrFbGBKXPuMTe" target="_blank" rel="noopener">micro-seasons</a></em>” atau koleksi kecil setiap tahunnya, sementara Zara sendiri diketahui memperkenalkan ribuan desain baru setiap tahun dengan pembaruan produk yang berlangsung hampir setiap minggu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kecepatan pun tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan volume produksi yang sangat tinggi dan harga yang relatif rendah, menciptakan siklus konsumsi yang mendorong pembelian berulang. Konsumen tidak lagi membeli pakaian semata untuk kebutuhan, tetapi juga untuk terus mengikuti tren yang bergerak cepat. Siklus ini dapat terus berjalan karena <em>fast fashion</em> menawarkan harga yang cenderung terjangkau. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/digital-product-passport-what-it-is-and-why-it-matters/">Digital Product Passport: What It Is and Why It Matters</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di balik harga murah tersebut, terdapat konsekuensi yang sering kali tidak terlihat oleh konsumen, terutama terhadap para pekerja yang berada di baliknya: upah rendah, kondisi kerja yang tidak selalu layak, serta minimnya perlindungan hak tenaga kerja. Model bisnis ini menggeser cara <em>fashion</em> dikonsumsi: dari sesuatu yang sebelumnya bersifat lebih tahan lama dan personal, menjadi komoditas yang cepat digantikan. <em>Fast fashion </em>menjadi industri yang secara aktif mendorong <em>disposability</em> sebagai budaya konsumsi.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="962" height="645" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/cq5dam.web_.980.645.004.jpeg" alt="" class="wp-image-7359" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/cq5dam.web_.980.645.004.jpeg 962w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/cq5dam.web_.980.645.004-300x201.jpeg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/cq5dam.web_.980.645.004-768x515.jpeg 768w" sizes="(max-width: 962px) 100vw, 962px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ketika Fast Fashion Mulai “Berubah” Arah</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan sosial, industri <em>fast fashion</em> pun mulai terlihat menunjukkan tanda-tanda perubahan. Brand besar seperti H&amp;M muncul dengan lini <em><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://id.hm.com/id_id/ladies/clothing/divided/conscious-sustainable-style.html%3Fsrsltid%3DAfmBOoouJ6IJCOUan-xWppBV0YTxcgWmpX7sOwXEkqN6gtX7lz9_gYqk&amp;ved=2ahUKEwj8htjMxKuUAxWsyDgGHc7xL60QFnoECB4QAQ&amp;usg=AOvVaw1WWCn7iM_8UJUBN26wxfN_" target="_blank" rel="noopener">Conscious</a></em>, Zara melalui inisiatif <em><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://www.zara.com/id/id/z-join-life-mkt1399.html&amp;ved=2ahUKEwjd4MfVxKuUAxUB1jgGHUBYLdgQFnoECBgQAQ&amp;usg=AOvVaw0NnyFUZ4I6z0kCg0d1yYv9" target="_blank" rel="noopener">Join Life</a></em>, hingga Shein dengan kampanye <em><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://us.shein.com/Series/evoluSHEIN-sc-66672359.html&amp;ved=2ahUKEwjWg5jcxKuUAxUr1DgGHVENKoEQFnoECBgQAQ&amp;usg=AOvVaw3VFHuy7dZzKrGhrGUJ-T6P" target="_blank" rel="noopener">evoluSHEIN</a></em>, yang mengomunikasikan berbagai upaya keberlanjutan sebagai respons terhadap konsumen yang semakin kritis terhadap dampak industri fashion. Bentuknya pun beragam, mulai dari penggunaan material yang diklaim lebih ramah lingkungan, program daur ulang atau <em>take-back</em>, hingga komitmen untuk menurunkan emisi dalam rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://theluxuryreports.id/sustainable-fashion-ke-must-have/">Sustainable Fashion: Saatnya Beralih dari “Nice to Have” ke “Must-Have”</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara sekilas, langkah-langkah ini mencerminkan adanya kesadaran dan kemauan untuk berubah dari brand-brand yang selama ini menjadi bagian besar dari dampak industri <em>fashion</em>. Namun, penting untuk melihat skala dari inisiatif tersebut. Dalam banyak kasus, koleksi “<em>sustainable</em>” ini hanya merepresentasikan sebagian kecil dari total produksi, sementara model bisnis utamanya, bertumpu pada kecepatan, volume tinggi, dan konsumsi masif, tetap berjalan seperti biasa. Di titik ini, apa yang terlihat sebagai progres mulai terlihat lebih sebagai perbaikan di permukaan dibanding transformasi sistem.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/PICTURE-ASIE-00576-2048x1365-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7358" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/PICTURE-ASIE-00576-2048x1365-1-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/PICTURE-ASIE-00576-2048x1365-1-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/PICTURE-ASIE-00576-2048x1365-1-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/PICTURE-ASIE-00576-2048x1365-1-1536x1024.jpg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/PICTURE-ASIE-00576-2048x1365-1.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Can Fast Fashion Ever be Sustainable?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dilihat dari berbagai inisiatif yang ada, <em>fast fashion</em> memang menunjukkan upaya untuk menjadi lebih baik, atau setidaknya <em>less harmful</em> dibandingkan sebelumnya. Penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, efisiensi produksi, hingga transparansi rantai pasok merupakan langkah yang tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Namun, pertanyaannya, apakah berbagai inisiatif ini merupakan langkah awal menuju perubahan yang lebih menyeluruh di masa depan, atau tetap berjalan di samping model bisnis <em>fast fashion</em> yang pada dasarnya tetap sama?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah paradoks utama dalam industri <em>fast fashion</em> terlihat semakin jelas. Di satu sisi, <em>sustainability</em> menuntut efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, serta pendekatan yang lebih <em>mindful</em> terhadap produksi dan konsumsi. Di sisi lain, <em>fast fashion</em> dibangun di atas kecepatan dan skala. Model bisnisnya bergantung pada produksi dalam jumlah besar, pergantian tren yang sangat cepat, serta konsumsi yang terus berulang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama fondasi bisnis ini tidak berubah, dampak lingkungan dan sosial akan tetap menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari industri tersebut. Oleh karena itu, untuk benar-benar selaras dengan prinsip <em>sustainability</em>, industri perlu memproduksi lebih sedikit, memperlambat siklus koleksi, serta mendorong pola konsumsi yang lebih sadar dan berorientasi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, selama model bisnisnya masih berjalan secara “fast,” <em>sustainable fashion</em> akan sulit diwujudkan secara utuh. Perubahan yang dibutuhkan tidak lagi sebatas inisiatif tambahan, melainkan transformasi menyeluruh terhadap model bisnis <em>fast fashion</em> itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Images: courtesy of Sukkha Citta, Unsplash, Live Frankly, Google.</p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/can-fast-fashion-ever-be-sustainable/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7351</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertarik Berkarier di Sustainable Fashion? Arc’teryx dan Hermès Mungkin Sedang Mencari Kamu</title>
		<link>https://theluxuryreports.id/tertarik-berkarier-di-sustainable-fashion-arcteryx-dan-hermes-mungkin-sedang-mencari-kamu/</link>
					<comments>https://theluxuryreports.id/tertarik-berkarier-di-sustainable-fashion-arcteryx-dan-hermes-mungkin-sedang-mencari-kamu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alita Claudia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industry Brief]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainable Fashion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://theluxuryreports.id/?p=7284</guid>

					<description><![CDATA[You heard it right! Kini berkarier di bidang sustainable fashion nyata adanya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>You heard it right!</em> Brand fashion global kini semakin aktif mencari individu yang tidak hanya memahami fashion, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membentuk industri ke arah yang lebih bertanggung jawab.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="810" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/trace-edited.avif" alt="" class="wp-image-7291" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/trace-edited.avif 1080w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/trace-edited-300x225.avif 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/trace-edited-1024x768.avif 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/trace-edited-768x576.avif 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Di Balik Meningkatnya Kebutuhan Roles di Sustainable Fashion</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meningkatnya kebutuhan akan roles di bidang <em>sustainable fashion</em> antara lain didorong oleh berbagai perubahan struktural dalam industri. Dari sisi regulasi, kebijakan seperti <a href="https://theluxuryreports.id/digital-product-passport-what-it-is-and-why-it-matters/">Digital Product Passport (DPP)</a> di Eropa mulai menuntut transparansi yang lebih tinggi terhadap asal-usul produk, proses produksi, hingga dampak lingkungan yang dihasilkan. Di saat yang sama, perilaku konsumen yang semakin melek isu <em>sustainability</em> mendorong brand untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan juga datang dari investor dan stakeholders yang kini semakin mempertimbangkan performa <em>Environmental, Social, and Governance (ESG)</em> dalam menilai sebuah brand, bahkan hingga memengaruhi keputusan untuk berinvestasi atau tidak. Di balik itu semua, kompleksitas rantai pasok fashion membuat kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas semakin sulit dipenuhi tanpa adanya peran-peran khusus yang menangani hal tersebut. Ditambah lagi dengan berkembangnya inovasi di bidang material dan <em>circularity</em>, industri kini membutuhkan talenta dengan keahlian yang lebih spesifik.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8340-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7292" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8340-1-1024x683.jpg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8340-1-300x200.jpg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8340-1-768x512.jpg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8340-1.jpg 1350w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Roles <em>Sustainability</em> dalam Praktik Industri Fashion</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk merespons tuntutan akan praktik <em>sustainable fashion</em>, brand global mulai membentuk roles yang secara khusus berfokus pada aspek keberlanjutan di dalam organisasi mereka. Hal ini tercermin dari semakin spesifiknya posisi yang dibuka oleh sejumlah pemain industri, menunjukkan bahwa <em>sustainability</em> kini sudah lebih terintegrasi lagi ke dalam berbagai fungsi yang berbeda di mana bisnis dijalankan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di <a href="https://arcteryx.com/us/en" target="_blank" rel="noopener">Arc&#8217;teryx</a>, misalnya, posisi <strong>Climate Business Partner</strong> berfokus pada bagaimana brand mengelola dan menurunkan dampak emisi dari aktivitas bisnisnya. Dalam praktiknya, <em>role</em> ini melibatkan analisis jejak karbon dari berbagai proses, mulai dari produksi hingga distribusi, serta bekerja sama dengan tim internal untuk mengidentifikasi area yang dapat dioptimalkan. Posisi ini juga berperan menyusun <em>roadmap</em> pengurangan emisi dan mengevaluasi dampak lingkungan dari berbagai keputusan operasional yang dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, posisi <a href="https://careers.lululemon.com/en_US/careers/JobDetail/Business-Analyst-Responsible-Supply-Chain-Operations/59678" target="_blank" rel="noopener"><strong>Responsible Supply Chain Analyst </strong>di Lululemon</a> berfokus pada pemantauan dan evaluasi praktik keberlanjutan di sepanjang rantai pasok. <em>Role</em> ini bertanggung jawab mengolah dan menganalisis data dari vendor, memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan sosial, serta mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan. Posisi ini bekerja erat dengan tim <em>sourcing</em> dan <em>supplier</em> untuk meningkatkan transparansi serta mendorong penerapan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bergeser ke ranah <em>luxury</em>, Chanel menghadirkan peran seperti<a href="https://www.linkedin.com/jobs/view/sustainability-performance-and-insights-manager-at-chanel-4399689624/" target="_blank" rel="noopener"> <strong>Sustainability Performance &amp; Insights Manager</strong></a> yang berfokus pada pengukuran dan evaluasi kinerja keberlanjutan perusahaan. Dalam praktiknya, <em>role</em> ini melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai fungsi untuk memantau progres terhadap target <em>sustainability</em>. Sementara itu, di Hermès, posisi <strong>CSR Project Manager – Collection &amp; Traceability</strong> berfokus pada penelusuran asal-usul material yang digunakan dalam setiap koleksi. <em>Role</em> ini mencakup pemetaan rantai pasok hingga ke tingkat bahan baku, koordinasi dengan <em>supplier</em> untuk pengumpulan data, serta pengembangan sistem yang memastikan setiap material dapat ditelusuri secara akurat sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas brand.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="681" src="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/arc2-1024x681.jpeg" alt="sustainable fashion" class="wp-image-7288" srcset="https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/arc2-1024x681.jpeg 1024w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/arc2-300x200.jpeg 300w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/arc2-768x511.jpeg 768w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/arc2-1536x1022.jpeg 1536w, https://theluxuryreports.id/wp-content/uploads/2026/05/arc2-2048x1362.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tidak Semua Orang Cocok Bekerja di Bidang Sustainable Fashion. Apakah Kamu Salah Satunya?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring dengan berkembangnya berbagai <em>roles</em> di industri fashion, tuntutan terhadap <em>skill</em> pun ikut berubah. Tidak lagi terbatas pada aspek estetika dan kreativitas, banyak peran kini juga menuntut pemahaman terhadap data, kebijakan, hingga aspek ESG. Dalam konteks ini, ketertarikan kamu terhadap fashion mungkin menjadi titik awal, namun untuk berkarier di bidang <em>sustainability</em>, diperlukan kemampuan yang lebih luas, terutama karena semakin banyak muncul <em>roles</em> yang membutuhkan gabungan dari sisi kreatif dengan kemampuan analisis data, dan pemahaman operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat yang sama, berkarier di bidang sustainable fashion akan membuka perspektif kamu menjadi lebih menyeluruh terhadap industri fashion. Kamu tidak hanya melihat sisi yang tampil di permukaan, tetapi juga memahami sistem, proses, dan kompleksitas di baliknya. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terasa jauh dari kesan glamor yang sering diasosiasikan dengan industri fashion. Namun di situlah letak keunikannya, untuk tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga berkontribusi dalam membentuknya menjadi lebih bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Images: courtesy of Arc&#8217;teryx, Hermes, Business of Fashion.</p>

    <div class="xs_social_share_widget xs_share_url after_content 		main_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content">

		
        <ul>
			        </ul>
    </div> 
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://theluxuryreports.id/tertarik-berkarier-di-sustainable-fashion-arcteryx-dan-hermes-mungkin-sedang-mencari-kamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7284</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 74/270 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching using Redis (Request-wide modification query)

Served from: theluxuryreports.id @ 2026-10-06 20:51:47 by W3 Total Cache
-->