Eksperimen Mengikuti Tren Oriental Fashion dalam Gaya Kasual

Melihat gaya oriental semakin sering hadir dalam fashion kasual dari label lokal hingga global, aku terdorong untuk mencoba membuatnya sendiri lewat eksperimen kecil.

Sudah lama board Pinterest-ku dipenuhi pin tentang fashion bergaya oriental. Potongan cheongsam, detail frog button, kain yang vibrant, hingga tekstur silk yang terlihat ringan tapi berkarakter. Semakin lama dilihat, semakin muncul keinginan sederhana, ingin rasanya aku memiliki setidaknya satu item seperti itu di dalam wardrobe-ku.

Belakangan ini, sentuhan oriental memang terasa semakin dekat dalam fashion sehari-hari. Elemen Asia muncul di streetwear hingga koleksi brand lokal dan global, hadir dengan cara yang lebih subtle yang tetap memancarkan kepercayaan diri, misalnya Adidas Chinese New Year Jacket yang jadi favorit di mana-mana. Instagram content creator sekaligus pottery artist, @garbo.zhu juga kerap tampil dengan cheongsam dress kesukaannya. Menariknya, pendekatan ini juga mengingatkanku pada beskap, terutama dari segi struktur dan kerapian siluetnya.

Tren ini juga terasa semakin menguat karena beberapa bulan ke depan akan memasuki periode perayaan Tahun Baru Imlek. Momen ini kerap membawa kembali perhatian pada warna, tekstur, dan detail yang identik dengan budaya Asia Timur, seperti silk, aksen floral, dan potongan klasik.

Namun di tahun-tahun belakangan, elemen tersebut tidak lagi hadir secara seremonial, melainkan diolah ulang ke dalam fashion sehari-hari yang lebih modern dan fleksibel. Konteks inilah yang membuat gaya oriental terasa semakin relevan dan dekat, bukan sebagai simbol perayaan semata, tetapi sebagai bagian dari bahasa visual yang hidup. Dari situ, muncul keinginan untuk tidak hanya menyimpan referensi ini di Pinterest, tapi mencoba menerjemahkannya ke dalam eksperimen desain yang lebih personal.

Untuk turut terjun ke dalam ketertarikan pada fashion piece ini, aku memilih untuk membuat sebuah vest dengan referensi cheongsam. Aku sengaja tidak membuatnya dalam bentuk busana utuh. Aku pribadi merasa vest lebih fleksibel dan relevan dengan gaya kontemporer, sekaligus memberi ruang untuk menerjemahkan ulang cheongsam tanpa harus terikat pada bentuk tradisionalnya. Bagiku, ini bukan soal meniru, tapi tentang mengambil esensi dan menyesuaikan dengan kebutuhan berpakaian hari ini. 

Kain yang kupilih kutemukan secara tidak sengaja. Dari tekstur dan warnanya, kain ini terasa sangat cocok dengan referensi yang aku miliki, terutama kontrasnya dengan detail floral yang terpatri di setiap incinya. Pilihan silk ini memberikan kesan ringan yang chic, sekaligus memperkuat karakter modern untuk sebuah artikel vest. Demi menegaskan nuansa oriental, aku menggunakan detail frog button sebagai aksen utama pada vest ini. Pada bagian ujung jahitan, vest ini juga aku elevate dengan tambahan lace yang memberi sentuhan feminin, sekaligus memberikan kontras halus dengan struktur cheongsam yang cenderung tegas.

Baca juga: Tidak Ada Salahnya Menjadi Outfit Repeater

Saat akhirnya vest ini dipakai, aku merasa hasilnya cukup merepresentasikan apa yang sejak awal ingin kuterjemahkan. Vest ini terasa ringan di badan dan tidak kaku, sehingga mudah dipadukan dengan kaus putih sederhana, celana gelap, dan sneakers untuk tampilan sehari-hari. Detail floral dan silk memberi kesan unik tanpa terasa berlebihan, sementara potongan vest-nya itu sendiri tetap relevan dengan gaya kasual. Lace di bagian ujung jahitan memberi kejutan visual kecil, menghadirkan kontras yang halus tanpa menghilangkan struktur. Secara keseluruhan, vest ini terasa seperti pertemuan antara referensi oriental dan gaya personalku yang lebih santai, cukup untuk menjadi sebuah statement, tapi tetap wearable.

Vest ini menjadi caraku membawa nuansa oriental tersebut ke dalam gaya yang lebih sederhana dan lebih dekat dengan pribadiku. Eksperimen ini pun terasa seperti proses membaca ulang referensi yang selama ini hanya tersimpan. Dari sekadar inspirasi visual, kini aku ubah mejadi pakaian yang dapat mendeskripsikan gayaku. Alih-alih membuat pakaian untuk mengedepankan pakem budayanya, aku memilih untuk menerjemahkan nuansa oriental ke dalam gaya harian.

Kalau kamu, apakah tertarik dengan tren nuansa oriental seperti ini?

Images: Courtesy of The Luxury Reports

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *