Jauh dari Kata Usai, Y2K Berevolusi Menjadi Lebih dari Sekadar Nostalgia

Y2K terus berjaya, dan masih berevolusi jadi bentuk-bentuk baru yang lebih modern.

Sebuah tren biasanya memang datang dalam bentuk nostalgia besar, viral beberapa musim, lalu perlahan ditinggalkan. Y2K tampaknya tidak mengikuti siklus tersebut. Celana denim di bawah pinggang, baby tee, celana kargo, rhinestone, rok mini, atasan halter sampai aksesori berukuran mungil sudah berkali-kali diprediksi akan lewat masanya. Nyatanya, referensi awal 2000-an justru terus menemukan bentuk baru di runway dan gaya selebriti.

Vogue bahkan mencatat pada 2025 bahwa revival Y2K sudah jauh melampaui sekadar memakai ulang pakaian lama. Rumah mode secara aktif mulai membuka arsip mereka: Dior menghidupkan kembali J’adore Dior tee dari Spring/Summer 2001, Balenciaga membawa kembali Le City bag yang identik dengan era It-girl 2000-an, sementara Louis Vuitton mengulang kolaborasi Takashi Murakami dari 2003.

Dior

Balenciaga

Yang membuat fenomena ini menarik adalah bagaimana Y2K tidak lagi hadir sebagai satu paket yang harus dipakai lengkap. Tampilan tidak harus mengombinasikan low-rise jeans, tiny sunglasses, trucker hat dan baby tee sekaligus untuk terlihat Y2K. Cukup mengambil satu atau dua elemennya lalu memasukkannya ke dalam styling yang lebih modern. Vogue juga melihat bahwa estetika ini terus muncul pada generasi selebriti dan model seperti Ice Spice, Bella Hadid, Hailey Bieber, Gigi Hadid dan Emily Ratajkowski.

Bella Hadid

Hailey Bieber

Roberto Cavalli Spring/Summer 2027 menjadi contoh terbaru yang memperlihatkan bagaimana approach tersebut masih sangat terasa relevan. Dalam koleksinya, Fausto Puglisi kembali ke beberapa kode khas Cavalli era 2000-an. Embellished low-rise jeans, halter tops, hot pants, miniskirts, lace-edged camisoles, animal prints dan permainan motif yang sangat maksimalis. Vogue membaca koleksi tersebut sebagai eksplorasi nostalgia terhadap sisi-sisi arsip Cavalli yang lebih “clubby”, sementara Corriere della Sera melihatnya sebagai upaya membuat arsip brand terasa lebih kontemporer.

Roberto Cavalli

Namun Cavalli bukan satu-satunya tanda. Kembalinya aksesori dan produk ikonis era tersebut juga terjadi di berbagai rumah mode. Bahkan pasar resale ikut memperkuat siklusnya. Ketika generasi baru mencari barang original dari era 2000-an, fashion tidak hanya mereproduksi Y2K sebagai tren, tetapi juga menciptakan permintaan terhadap temuan yang memang berasal dari periode tersebut.

Estetika Y2K tidak lagi berdiri sebagai satu gaya yang harus diikuti secara utuh. Y2K sudah berubah menjadi sumber referensi. Sebuah kumpulan siluet, detail dan persona yang bisa dipakai ulang, dicampur dengan tren baru, lalu diinterpretasikan kembali oleh generasi berikutnya.

Jadi, pertanyaan kapan Y2K akan berakhir tidak lagi relevan. Selama fashion masih suka mengulik arsip, kemungkinan besar tren ini akan terus muncul, meski bentuknya mungkin semakin jauh dari Y2K yang kita kenal.

Images: Courtesy of Vogue, Backgrid, Hailey Bieber, Dior

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *