
Matthieu Blazy Membawa Suasana Baru Pada CHANEL, dan Saya Menyukainya
Beragam koleksi CHANEL terbaru Matthieu Blazy banyak menuai pro dan kontra di antara penggemar fashion dan pencinta produk dari rumah mode ini. Banyak yang menganggap CHANEL jadi terlalu Bottega Veneta, mengingat Blazy sebelumnya berada di bawah naungan brand tersebut. Bagi saya, ini sebuah keseruan tersendiri.
Sejak pengumuman pengangkatannya di akhir tahun 2024 sebagai Creative Director CHANEL, Blazy memberikan “new feels” kepada rumah mode ini. Selama ini brand ini dikenal dengan gaya signature yang chic dan luxurious, ditambah ekspresi yang klasik, elegan, dan terkadang terasa out of reach, tapi kehadiran Blazy justru memadukan sisi klasik CHANEL dengan sesuatu yang terasa “relatable”.





Siapa yang tidak terpukau denganshow Metiers d’art 2026 di New York subway? Show ini diakui menjadi salah satu show CHANEL yang artistik dan sinematik, mempertunjukkan koleksi klasik, memperkenalkan “wearable and relatable” luxury, dan sejak itu koleksi tersebut menjadi incaran dan idaman banyak orang, bukan hanya perempuan, tapi juga laki-laki.
Blazy melakukan “rekalibrasi” koleksi CHANEL yang diinspirasi gaya Coco Chanel berpakaian,boyish namun feminin, dengan classic touch yang membuatnya iconic. Tidak mengherankan kalau deretan look dari koleksi Blazy langsung dikenakan banyak seleb, bahkan juga seleb laki-laki, seperti Pedro Pascal, Harry Styles sampai sang idola masa kini, Jacob Elordi. Mereka mengenakan banyak item yang bisa dibilang gender neutral, seperti Jacob yang mengenakan cropped blazer warna abu-abu saat press tour Wuthering Heights. Sebelumnya, Michelle Obama juga tampak cantik saat mengenakan blazer yang sama.


Awal Maret 2026 ini, ketika koleksi ready to wear akhirnya masuk ke butik-butik CHANEL di seluruh dunia, seketika Blazy menjadi seorang icon baru dan topik perbincangan hangat. Saya perhatikan, ini jadi semacam demam komersial karena semua penggemar lama dan penggemar baru CHANEL berlomba-lomba untuk mencicipi koleksi terbaru Blazy. Dan lahirlah “kegilaan” baru terhadap koleksi Blazy yang dikenal sebagai Blazy Frenzy!
Ini tentu saja sesuatu yang mengagumkan, karena tidak semua desainer atau Creative Director bisa sukses saat debut atau show perdananya. Koleksi Blazy yang viral di seluruh dunia, membuktikan bahwa keputusan CHANEL mengusung Blazy bukan tanpa alasan.
Baca juga: CHANEL ROUGE NOIR, Warna Ikonis yang Hadir Kembali Tahun Ini
Saya pribadi, karena selalu berusaha mengoleksi CHANEL the iconic two-tone shoes, langsung jatuh hati pada koleksi yang diusung Blazy. Sepatu two-tone ini merupakan salah satu ikon dalam koleksi CHANEL. Dengan perhatian tinggi pada detail, Gabrielle Chanel merancang sepatu dua warna ini dengan kombinasi krem dan hitam. Warna krem dipilih untuk memberi kesan kaki tampak lebih jenjang, sementara warna hitam berfungsi untuk memberikan ilusi kaki lebih pendek sekaligus melindungi bagian ujung sepatu dari keausan dalam jangka panjang.




Baik dalam bentuk sepatu hak bertali untuk koleksi haute couture, sepatu Mary Janes untuk koleksi resort, atau dihiasi dengan simpul elegan untuk peragaan busana Métiers d’art, sepatu two-tone ini tidak pernah kehilangan keunggulannya. Sepatu ini tetap menjadi klasik yang melampaui musim dan tetap menjadi bagian integral dari esensi CHANEL.
Tentu saja ini yang sudah jadi incaran saya, ketika ada update dari butik, saya langsung datang mencoba dan instantly fell in love! Sepatu ini sangat spesial, baik dari sisi kenyamanan, maupun bentuknya yang elegan dan stylish, membuatnya mudah dipadupadankan dengan banyak outfit saya. Tanpa ragu saya langsung membawanya pulang!
Koleksi lainnya? Of course a breathe of fresh air! Contohnya, pada koleksi Cruise 2026/2027 yang terinspirasi keindahan Biarritz, CHANEL juga tampak lebih playful dan whimsy, tanpa kehilangan sisi klasik dan timeless-nya. Tiap kali melihat koleksi ready to wear mereka, saya jadi bergumam,“Oh, Blazy, why do you do this to me?” Karena, rasanya saya jadi ingin memiliki semuanya.




Baca juga: CHANEL Cruise 2026/2027: Kembali ke Keindahan Biarritz
Ditambah lagi, beberapa waktu lalu ada campaign terbaru dari Margot Robie & Kylie Minogue yang disutradarai oleh Michel Gondry. Film singkat ini merupakan penghargaan kepada video musik Kylie Minogue tahun 2002 “Come Into My World”, yang menampilkan Minogue dan brand ambassador CHANEL, Margot Robbie. And instantly that campaign its like he’s looking straight into my heart!


Ready or not, CHANEL Blazy era will be the new statement of quite luxury! So, I am obsessed! Are you?
Images: Courtesy of CHANEL


