
Mengulik Empat Panggung yang Membentuk Semesta CHANEL
Tiada hari tanpa pembahasan CHANEL era Matthieu Blazy.
Sejak kepemimpinan kreatif CHANEL beralih ke Matthieu Blazy, perhatian publik terhadap rumah mode legendaris tersebut semakin meningkat. Kehadiran Blazy membawa energi baru yang terasa segar namun tetap menghormati warisan panjang CHANEL. Ia dikenal dengan pendekatannya yang eksperimental, ketertarikannya pada referensi historis, serta kemampuannya menciptakan busana yang kaya detail tanpa kehilangan kesan elegan. Hasilnya adalah koleksi-koleksi yang tidak hanya memancing perbincangan di kalangan penggemar fashion, tetapi juga memperkuat kembali identitas CHANEL sebagai rumah mode yang terus berkembang mengikuti zaman.
Yang membuat visi Blazy begitu menarik adalah kemampuannya menemukan titik temu antara DNA CHANEL dan bahasa desain pribadinya. Elemen-elemen khas CHANEL seperti tweed, siluet feminin, camellia, mutiara, hingga semangat kebebasan yang diwariskan oleh Gabrielle CHANEL tetap hadir sebagai fondasi utama. Namun di tangan Blazy, kode-kode tersebut diterjemahkan ulang dengan pendekatan yang lebih kontemporer, artistik, dan emosional. Perpaduan inilah yang membuat banyak pengamat menilai bahwa karakter kreatif Blazy dan identitas CHANEL seolah “bertemu di tempat yang sama” untuk saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.
Keberhasilan tersebut dapat dilihat melalui berbagai jenis runway show CHANEL yang masing-masing memiliki fungsi dan karakteristik berbeda. Setiap panggung menjadi ruang bagi Blazy untuk mengeksplorasi sisi tertentu dari kreativitasnya, mulai dari eksperimen artistik tingkat tinggi hingga interpretasi modern terhadap gaya hidup dan kemewahan khas CHANEL. Melalui empat kategori show utama berikut, publik dapat melihat bagaimana visi kreatif tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk yang berbeda-beda.
Haute Couture Show





Haute Couture merupakan panggung tertinggi dalam dunia fashion dan menjadi ruang yang paling bebas bagi seorang creative director untuk menunjukkan kemampuan artistiknya. Dalam show ini, setiap busana dibuat dengan tingkat pengerjaan yang luar biasa detail, melibatkan teknik bordir, konstruksi, dan pengerjaan tangan yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Bagi Blazy, Haute Couture menjadi medium ideal untuk mengeksplorasi sisi historis dan eksperimental yang menjadi ciri khasnya. Referensi dari arsip CHANEL, sejarah seni, hingga teknik kerajinan tradisional dapat diolah menjadi karya yang terasa modern tanpa kehilangan nilai warisannya. Karena itu, koleksi Haute Couture sering kali menjadi representasi paling murni dari dialog antara masa lalu dan masa depan CHANEL.
Ready-to-Wear Show





Jika Haute Couture berfokus pada ekspresi artistik tingkat tinggi, maka Ready-to-Wear atau prêt-à-porter adalah show yang menampilkan koleksi pakaian yang dirancang untuk diproduksi dan dipasarkan secara lebih luas dibandingkan Haute Couture. Meskipun tetap mengusung standar kemewahan CHANEL, koleksi yang ditampilkan dalam runway ini memiliki tingkat fungsionalitas yang lebih tinggi dan dirancang agar dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan sehari-hari.
Baca juga: CHANEL Rouge Noir, Warna Ikonis yang Kembali Hadir Tahun Ini
Cruise Show





Cruise Show atau Resort Show merupakan presentasi koleksi transisi yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan berpakaian saat liburan dan perjalanan. Koleksi ini umumnya menampilkan busana yang lebih ringan, santai, dan mudah dikenakan, dengan fokus pada gaya hidup, mobilitas, serta kemewahan yang tidak terlalu formal.
Berbeda dari show musiman utama, Cruise Collection sering dipresentasikan di berbagai lokasi ikonik di dunia yang dipilih sesuai dengan tema dan inspirasi koleksi. Karena itu, show ini dikenal memiliki atmosfer yang lebih bebas dan naratif, sekaligus menjadi sarana bagi CHANEL untuk mengeksplorasi referensi budaya, destinasi, dan gaya hidup global melalui bahasa fashion.
Baca juga: CHANEL Cruise 2027: Kembali ke Keindahan Biarritz
Métiers d’Art Show






Di antara seluruh show CHANEL, Métiers d’Art memiliki posisi yang sangat istimewa. Show ini didedikasikan untuk merayakan keahlian para artisan dan rumah-rumah kerajinan yang menjadi bagian penting dari ekosistem CHANEL. Fokus utamanya bukan hanya pada desain, tetapi juga pada teknik dan keterampilan yang berada di balik setiap busana. Métiers d’Art adalah show tahunan yang didedikasikan untuk merayakan keahlian para artisan dan rumah-rumah kerajinan yang berada di bawah naungan CHANEL. Nama Métiers d’Art sendiri merujuk pada berbagai disiplin seni kerajinan.
Koleksi yang ditampilkan dalam show ini menempatkan craftsmanship sebagai elemen utama. Setiap busana menonjolkan detail dan teknik pengerjaan yang sangat kompleks, sehingga sering dianggap sebagai jembatan antara Ready-to-Wear dan Haute Couture.
Meski memiliki karakteristik, fungsi, dan audiens yang berbeda, keempat show CHANEL tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal yang sama: perayaan terhadap craftsmanship dan kreativitas yang telah menjadi fondasi rumah mode ini selama lebih dari satu abad. Sejak didirikan oleh Gabrielle Chanel pada tahun 1910, CHANEL terus mempertahankan standar pengerjaan yang tinggi, sekaligus membuktikan kemampuannya untuk berevolusi mengikuti perkembangan zaman.
Melalui Haute Couture, Ready-to-Wear, Cruise, maupun Métiers d’Art, CHANEL menghadirkan cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan identitasnya. Setiap show menawarkan perspektif unik tentang bagaimana warisan, inovasi, dan teknik pengerjaan tingkat tinggi dapat bertemu dalam satu panggung yang sama. Di bawah arahan kreatif Matthieu Blazy, eksplorasi tersebut terasa semakin menarik untuk diikuti. Setelah melihat berbagai pendekatan dan eksperimen yang telah diperkenalkannya sejauh ini, publik tentu dibuat penasaran mengenai bagaimana Blazy akan terus mengembangkan bahasa visual CHANEL, serta kejutan-kejutan baru apa yang akan hadir dalam setiap runway show di musim-musim mendatang.
Images: Courtesy of Chanel


