
Nyaman dan Bisa Diandalkan, PVRA Menemani Selama Satu Dekade
label sepatu lokal yang selalu menarik perhatianku setiap rilis koleksi ini sudah setia bersamaku selama 10 tahun!
Kalau ngobrolin brand sepatu lokal dengan craftmanship yang baik dan kualitas tinggi, aku langsung ingat PVRA. Sekarang ini, di industri dalam negeri, sudah banyak brand alas kaki yang koleksinya beragam dan menarik banget, bahkan harganya lebih affordable. Tapi, menurutku PVRA sudah terbukti nyaman dan bisa diandalkan sehari-hari, karena brand lokal ini sudah ada sejak 2015, dan sejak saat itulah aku selalu menunggu koleksi terbarunya.

Pertama kali tahu brand ini, aku sempat berpikir kalau PVRA cukup pricey hanya untuk sepasang sandal. Sepuluh tahun yang lalu, aku bertanya-tanya, “Kenapa ya ada brand lokal yang berani punya price point cukup tinggi?” Saat itu, belum banyak brand lokal (non-desainer) yang pasang harga di atas 500 ribu.

Tapi, ternyata ada alasan di balik itu. PVRA dibuat handmade oleh para pengrajin lokal Indonesia, yang semuanya adalah perempuan. Kedua founder PVRA juga perempuan, yang artinya women support women, dan aku suka dengan konsep ini. Materialnya juga berkualitas, karena menggunakan genuine leather, yang tentunya bisa bertahan lebih lama dan lebih nyaman di kaki. â Desain beads yang unik dan memiliki ciri khas, bikin mereka juga jadi lebih mudah diingat dan punya gaya tersendiri. Nggak hanya itu, setahuku PVRA juga menyumbangkan sebagian hasil penjualan produknya untuk pasien yang membutuhkan di WeCare.id. Benar saja, setelah punya sepasang PVRA, aku merasa brand lokal ini memang layak dikoleksi, nyaman di hati dan nyaman di kaki, apalagi memang mewakili gayaku yang santai.
Produk PVRA pertamaku adalah Cavvami Nude Aloe, sandal yang hampir setiap hari aku pakai dan sangat awet, bahkan beads-nya masih tetap stay di tempatnya. Selain itu, aku juga punya varian Bella Duo Mid Heels Silver dan Cavvami Nude Black yang juga jadi favorit aku. Semuanya dengan beads khas PVRA yang cantik dan chic buat dipakai ke mana-mana.

Buat kamu yang penasaran gimana kalau ada beads yang copot atau rusak, don’t worry! Brand ini juga memberikan garansi bisa reparasi beads ataupun straps, maksimal 6 bulan sejak pembelian. Ini plus point juga buat aku, karena mereka memikirkan dengan baik pelayanan ke customer mereka. Selain itu, aku juga punya varian Bella Duo Mid Heels Silver dan Cavvami Nude Black yang juga jadi favorit aku, dan yang lagi sering aku pakai saat ini, flatshoes Felisha Black.
Awalnya, PVRA ini penjualannya hanya di website dan belinya bisa sampai war. Saat itu, banyak juga jastiper yang memburu dan nggak jarang menjualnya lagi dengan harga lebih mahal. Tapi, buat lebih gampang diakses, sekarang PVRA sudah ada di e-commerce dan sudah punya offline store juga di Senayan City, Jakarta.

Nggak terasa, setelah 10 tahun ini, aku sudah punya banyak sekali sandal dan sepatu PVRA, bikin aku jadi merasa bertumbuh bersama brand ini. PVRA sudah menemani langkahku ke mana-mana, mulai dari sibuk mengurus acara kantor, hangout bareng sahabat-sahabat, sampai mengejar anak-anakku yang sangat aktif.

Menurutku, walaupun banyak sekali brand lain yang menawarkan sepatu dengan gaya dan beads yang bervariasi, PVRA masih jadi pemenangnya buat aku. Dengan range harga sekitar Rp750.000 – Rp1.275.000, aku bisa punya produk alas kaki dengan packaging yang luxurious dan material nyaman dipakai untuk jangka waktu lama.
Kalau kamu, punya nggak brand sepatu lokal yang kamu beli lagi dan lagi?
Images: Courtesy of PVRA & The Luxury Reports.






aku juga suka PVRA. aku lagi sering pake Noora Bronze. tapi di kamu jadi naik size ga? kalo aku biasanya 36, tapi di PVRA aku 37 đ
iyaa aku juga upsize aslinya 37 jadi 38 tapi gak di semua varian aku upsize. ada juga yang memang fit di 37 dan nyamaan.. naksir deh koleksi terbarunya