
On Squad Race, Merayakan Komunitas yang Membentuk Budaya Lari Modern
On Squad Race berhasil memperlihatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, budaya lari mengalami perubahan yang signifikan. Jika dulu banyak orang berlari untuk mengejar catatan waktu atau target pribadi, kini lari juga menjadi ruang untuk membangun komunitas, bertemu orang baru, hingga menjadi bagian dari gaya hidup urban.
Baca juga: Road to HYROX Bersama Bioderma: Menggabungkan Performa Fisik dan Perawatan Kulit
Running club bermunculan di berbagai kota, sementara berbagai race semakin mengedepankan pengalaman yang menyatukan orang-orang dengan minat yang sama. Perubahan tersebut juga terlihat dari bagaimana banyak brand menghadirkan sebuah running event. Tidak lagi sekadar kompetisi, banyak acara kini dirancang sebagai sebuah pengalaman yang memadukan olahraga, komunitas, dan budaya. Hal inilah yang menjadi semangat di balik On Squad Race, series global dari brand sportswear asal Swiss, On, yang hadir di Jakarta pada 20 Juni 2026 lalu.
On Squad Race and The Spiral

Berlokasi di Trinity Tower, Jakarta, On Squad Race menghadirkan format balapan estafet berjudul The Spiral. Memanfaatkan area parkir bertingkat sebagai lintasan, setiap pelari harus menyelesaikan satu putaran dengan berlari menuruni dan kembali menaiki jalur spiral sebelum menyerahkan tongkat estafet kepada rekan setimnya. Format ini menghadirkan tantangan fisik yang berbeda, sekaligus menggeser fokus dari pencapaian individu menuju pentingnya kolaborasi dan strategi tim.
Baca juga: Nu Skin Hadirkan Prysm iO, Teknologi Pintar untuk Cek Nutrisi Tubuh
Sebanyak 60 tim lokal turut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Masing-masing tim terdiri dari empat pelari dengan maksimal dua pelari pria, yang berlomba mencatat waktu tercepat demi mengamankan tempat di babak World Final di Los Angeles pada September mendatang.
Jakarta menjadi salah satu pemberhentian di rangkaian On Squad Race setelah sebelumnya berada di Beijing. Selanjutnya, series ini akan mengunjungi berbagai kota lain seperti Rio de Janeiro, Buenos Aires, Berlin, Barcelona, Tokyo, London, Mexico City, Singapura, hingga Sydney, sebelum ditutup melalui final dunia di Los Angeles.

On juga menjadikan event ini bukan hanya sebagai perlombaan semata, tapi juga menghadirkan berbagai elemen yang memperkuat pengalaman komunitas selama acara berlangsung. Seluruh peserta menerima On Squad Race Performance T, sebuah kaus yang terinspirasi dari merchandise tur konser klasik sebagai simbol kebersamaan para peserta. Selain itu, mereka juga dapat mencoba langsung Cloudmonster 3, sepatu lari terbaru dari On, sebagai bagian dari pengalaman di lokasi.
Ini bisa dibilang menjadi pendekatan yang refreshing dan mencerminkan bagaimana running event terus berevolusi. Bagi brand seperti On, Perlombaan dan sebuah acara lari kini juga menjadi ruang bagi komunitas untuk berkumpul, berbagi pengalaman, membangun koneksi, dan tentunya secara tidak langsung membuat orang jadi memiliki kedekatan emosional yang lebih tinggi dengan brand nya.
Image courtesy of: On Indonesia.


