
Selamat Datang di Era Experiential Luxury
Pernahkah kamu menyadari sesuatu yang menarik saat membuka feeds media sosial akhir-akhir ini? Pemandangan seseorang yang sedang bersantai di sebuah kafe berbalut nuansa mint green yang aesthetically pleasing, menyesap cappuccino hangat dengan hiasan logo Prada dari taburan cokelat, atau makan malam romantis yang dikelilingi interior berbalut monogram Louis Vuitton, rasanya sudah menjadi visual yang kerap kita lihat. Belum lagi jika kita menengok lini masa saat musim liburan; payung pantai dan sun lounger bermotif khas Missoni atau Dior di resort mewah Bali seolah menjadi latar yang sudah biasa.
Baca juga: Properti Hotel yang Kita Pilih Menunjukkan Karakter Kita
Yes, welcome to the new era of luxury lifestyle: experiential luxury! Bagi kita penikmat mode dan gaya hidup, definisi kemewahan kini nampaknya mulai bergeser secara perlahan. Pilihan wishlist kita tidak lagi melulu soal tas atau pakaian apa yang kita kenakan hari ini, melainkan meluas ke mana kita memilih untuk bersantap, ke mana kaki kita melangkah untuk berlibur, dan bagaimana cara kita mengonsumsi sebuah experience. Sekat yang dulu memisahkan dunia high fashion, kuliner, dan hospitality kini telah benar-benar melebur menjadi satu ekosistem yang utuh.
Simbol kemewahan itu kini berpindah ke atas meja makan, atau menghiasi tempat kita menginap.

Salah satu contoh yang paling mencuri perhatian tentu saja Prada Caffè. Berawal dari kesuksesan instalasi pop-up mereka di Harrods London pada tahun 2023, Prada dengan jeli membawa kafe bernuansa retro-klasik ini ke kota-kota besar dunia seperti New York dan Singapura.
Menariknya, pengalaman berkunjung ke tempat seperti ini membuat kita merasa “dekat” dan menjadi bagian dari narasi brand tersebut, sebuah touchpoint yang cerdas, bahkan tanpa kita harus melakukan pembelian besar seperti membeli produk ready-to-wear atau leather goods mereka, bukan?

Langkah yang tidak kalah agresif juga ditunjukkan oleh Louis Vuitton dalam menguasai ranah gastronomi. Berkolaborasi dengan koki-koki peraih bintang Michelin, LV menghadirkan restoran dan kafe eksklusif, salah satu yang terdekat dari kita adalah di Bangkok.

Hidangan yang disajikan pun dikurasi dengan sangat presisi, lengkap dengan sentuhan monogram ikonis di atas piring porselen.

Bisa jadi, kalau sebelumnya kita hanya terekspos dengan lini fashion, jadi tertarik menambah wishlist di lini lain mungkin?
Experiential Luxury Strategy: Resort Takeover
Tak hanya kuliner, strategi experiential luxury pun bisa kita lihat dari resort takeover yang menjadi amunisi baru yang masif diimplementasikan oleh rumah mode dunia. Secara magis, mereka mengubah wajah destinasi liburan paling eksklusif. Saat musim panas tiba, jangan heran jika kamu mendapati area pantai bertransformasi total; mulai dari handuk, sun lounger, hingga payung pantai, semuanya di take over secara total.

Lantas, apa yang sebenarnya membuat kita begitu terobsesi dengan fenomena experiential luxury ini? Jawabannya mungkin terletak pada multi-sensory experience. Membeli sepotong pakaian mewah memang memberikan kepuasan visual yang instan. Namun, bermalam di hotel yang dikurasi oleh desainer favorit dengan merasakan tekstur garmen sprei, menghirup aroma ruangan yang khas, hingga mencicipi koktail kustom buatan mereka sesungguhnya adalah sebuah pengalaman menyeluruh yang menyentuh semua indera kita.
Di era digital seperti sekarang, kemewahan sejati tidak lagi diukur dari seberapa mahal barang yang kita miliki, melainkan dari memori dan pengalaman yang dapat kita bagikan. Mengunggah momen latte art berlogo rumah mode atau suasana beach club yang sangat eksklusif menjadi cara baru yang lebih effortless, namun tetap elegan untuk menunjukkan taste dan apresiasi kita terhadap luxury stuff.
At the end of the day, rumah mode ternama tak lagi sekadar menawarkan produk fisik. Mereka tengah merancang ekosistem hidup kita secara utuh, dan salah satu caranya dengan experiential luxury ini. Mungkin, saat ini kita belum memutuskan untuk membeli tas dari brand tersebut. Namun secara tidak sadar, pengalaman, rasa, dan atmosfer yang mereka ciptakan telah berhasil menumbuhkan sebuah desirability baru – rasa penasaran yang mengundang kita untuk menelisik dunia mereka lebih jauh lagi.
Courtesy: Prada, Louis Vuitton, Four Seasons Bali Jimbaran Bay


