Tertarik Berkarier di Sustainable Fashion? Arc’teryx dan Hermès Mungkin Sedang Mencari Kamu

You heard it right! Brand fashion global kini semakin aktif mencari individu yang tidak hanya memahami fashion, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membentuk industri ke arah yang lebih bertanggung jawab.

Di Balik Meningkatnya Kebutuhan Roles di Sustainable Fashion

Meningkatnya kebutuhan akan roles di bidang sustainable fashion antara lain didorong oleh berbagai perubahan struktural dalam industri. Dari sisi regulasi, kebijakan seperti Digital Product Passport (DPP) di Eropa mulai menuntut transparansi yang lebih tinggi terhadap asal-usul produk, proses produksi, hingga dampak lingkungan yang dihasilkan. Di saat yang sama, perilaku konsumen yang semakin melek isu sustainability mendorong brand untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya.

Tekanan juga datang dari investor dan stakeholders yang kini semakin mempertimbangkan performa Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menilai sebuah brand, bahkan hingga memengaruhi keputusan untuk berinvestasi atau tidak. Di balik itu semua, kompleksitas rantai pasok fashion membuat kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas semakin sulit dipenuhi tanpa adanya peran-peran khusus yang menangani hal tersebut. Ditambah lagi dengan berkembangnya inovasi di bidang material dan circularity, industri kini membutuhkan talenta dengan keahlian yang lebih spesifik. 

Roles Sustainability dalam Praktik Industri Fashion

Untuk merespons tuntutan akan praktik sustainable fashion, brand global mulai membentuk roles yang secara khusus berfokus pada aspek keberlanjutan di dalam organisasi mereka. Hal ini tercermin dari semakin spesifiknya posisi yang dibuka oleh sejumlah pemain industri, menunjukkan bahwa sustainability kini sudah lebih terintegrasi lagi ke dalam berbagai fungsi yang berbeda di mana bisnis dijalankan.

Di Arc’teryx, misalnya, posisi Climate Business Partner berfokus pada bagaimana brand mengelola dan menurunkan dampak emisi dari aktivitas bisnisnya. Dalam praktiknya, role ini melibatkan analisis jejak karbon dari berbagai proses, mulai dari produksi hingga distribusi, serta bekerja sama dengan tim internal untuk mengidentifikasi area yang dapat dioptimalkan. Posisi ini juga berperan menyusun roadmap pengurangan emisi dan mengevaluasi dampak lingkungan dari berbagai keputusan operasional yang dilakukan.

Sementara itu, posisi Responsible Supply Chain Analyst di Lululemon berfokus pada pemantauan dan evaluasi praktik keberlanjutan di sepanjang rantai pasok. Role ini bertanggung jawab mengolah dan menganalisis data dari vendor, memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan sosial, serta mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan. Posisi ini bekerja erat dengan tim sourcing dan supplier untuk meningkatkan transparansi serta mendorong penerapan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab.

Bergeser ke ranah luxury, Chanel menghadirkan peran seperti Sustainability Performance & Insights Manager yang berfokus pada pengukuran dan evaluasi kinerja keberlanjutan perusahaan. Dalam praktiknya, role ini melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai fungsi untuk memantau progres terhadap target sustainability. Sementara itu, di Hermès, posisi CSR Project Manager – Collection & Traceability berfokus pada penelusuran asal-usul material yang digunakan dalam setiap koleksi. Role ini mencakup pemetaan rantai pasok hingga ke tingkat bahan baku, koordinasi dengan supplier untuk pengumpulan data, serta pengembangan sistem yang memastikan setiap material dapat ditelusuri secara akurat sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas brand.

sustainable fashion

Tidak Semua Orang Cocok Bekerja di Bidang Sustainable Fashion. Apakah Kamu Salah Satunya?

Seiring dengan berkembangnya berbagai roles di industri fashion, tuntutan terhadap skill pun ikut berubah. Tidak lagi terbatas pada aspek estetika dan kreativitas, banyak peran kini juga menuntut pemahaman terhadap data, kebijakan, hingga aspek ESG. Dalam konteks ini, ketertarikan kamu terhadap fashion mungkin menjadi titik awal, namun untuk berkarier di bidang sustainability, diperlukan kemampuan yang lebih luas, terutama karena semakin banyak muncul roles yang membutuhkan gabungan dari sisi kreatif dengan kemampuan analisis data, dan pemahaman operasional.

Di saat yang sama, berkarier di bidang sustainable fashion akan membuka perspektif kamu menjadi lebih menyeluruh terhadap industri fashion. Kamu tidak hanya melihat sisi yang tampil di permukaan, tetapi juga memahami sistem, proses, dan kompleksitas di baliknya. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terasa jauh dari kesan glamor yang sering diasosiasikan dengan industri fashion. Namun di situlah letak keunikannya, untuk tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga berkontribusi dalam membentuknya menjadi lebih bertanggung jawab.

Images: courtesy of Arc’teryx, Hermes, Business of Fashion.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *