
Thailand yang Mencuri Perhatian sebagai Senjata Baru Brand Kelas Dunia
Belakangan ini dunia fashion dan beauty diramaikan oleh brand ambassador dari Thailand. Apakah popularitas seleb Thailand akan menyaingi Korea Selatan?
Selama beberapa tahun terakhir, Korea Selatan menjadi pusat perhatian industri mode global di Asia. Wajah-wajah K-pop dan K-drama memenuhi kampanye rumah mode terbesar dunia, menjadikan Seoul sebagai salah satu pusat soft power paling kuat di industri kreatif. Namun, muncul satu perubahan yang mulai sulit dilewatkan: Thailand kini mulai mengambil posisi di panggung yang sama.
Belakangan ini, selebritas Thailand semakin sering muncul sebagai wajah label luxury internasional. Bukan hanya untuk pasar Asia Tenggara, tetapi sebagai figur dengan daya tarik global. Dior, Prada, Gucci, Burberry, Balenciaga, hingga Valentino kini berlomba menggandeng deretan talenta dari Thailand.
Dior menjadi salah satu rumah mode yang paling aktif membangun koneksi dengan para bintang Thailand, mulai dari Mile Phakphum dan Apo Nattawin hingga Lingling Kwong, Orm Kornnaphat, dan Tu Tontawan. Prada Beauty memperkuat citranya lewat Win Metawin, sementara Burberry memilih Bright Vachirawit sebagai salah satu wajah pentingnya. Gucci menggandeng Davika Hoorne dan Gulf Kanawut, sedangkan Balenciaga membawa PP Krit ke dalam lingkaran fashion global. Loewe semasa kejayaan Jonathan Anderson juga telah memilih aktris cantik Baifern Pimchanok sebagai bintang mereka, disusul oleh Tay Tawan yang menghadiri panggung Loewe Fall/Winter 2025.
LISA, seperti yang kita semua tahu, telah lama mewakili kemewahan Louis Vuitton dan kemudian membintangi varian Ultimune Shiseido. Sementara di lini fragrance Viktor & Rolf ada Joong Archen Aydin yang menjadi bintang. Giorgio Armani Beauty juga menunjuk Dunk Natachai, Film Rachanun, dan Kao Noppakao untuk menjadi wajah lini parfum mereka. Bahkan, label kecantikan ternama asal Korea, HERA, memilih Thai-Chinese actress, Lingling Sirilak Kwong, sebagai brand ambassador.

Mile Phakphum and Apo Nattawin for Dior

Win Metawin for Prada
Fenomena ini bukan sekadar soal popularitas selebritas. Industri luxury kini mencari sesuatu yang lebih berharga berupa komunitas yang mampu menciptakan dampak nyata. Thailand memiliki modal besar melalui perkembangan serial BL dan GL yang berhasil menembus pasar internasional. Nama-nama seperti Bright, Win, Mile, Apo, PP Krit, hingga pasangan Ling-Orm memiliki fanbase yang luar biasa aktif di Asia, Amerika Latin, bahkan hingga Eropa. Ketika mereka mengenakan sebuah brand, perhatian publik dapat berubah menjadi percakapan, engagement, lalu penjualan.

PP Krit for Balenciaga
Di era digital, seorang ambassador bukan lagi sekadar wajah di billboard. Mereka adalah jembatan antara brand dan komunitas. Pilihan brand pun menunjukkan strategi yang berbeda. Prada cenderung memilih figur dengan citra elegan dan modern, Gucci mencari sosok dengan personal style yang signifikan, sementara Dior membangun hubungan jangka panjang dengan figur yang mampu membawa cerita brand ke generasi baru.
Thailand mungkin belum menggantikan Korea sepenuhnya. Namun, pergeseran ini membuktikan bahwa peta fashion Asia sedang berubah. Dunia luxury tidak lagi hanya mencari selebritas paling terkenal, tetapi mereka yang mampu menciptakan gerakan. Dan saat ini, salah satu gerakan terbesar tersebut datang dari sang Negeri Seribu Pagoda.
Images: Courtesy of Dior, Win Metawin, Davika Hoorne, Balenciaga


