Wrong Proportions, Right Statement: Ketika Siluet Fashion yang Salah Menjadi Gaya Tepat

Pencipta statement dalam fashion bisa berbentuk apa saja, termasuk proporsi pakaian yang kerap dianggap tidak “ideal”.

Jika biasanya tampilan yang dianggap bagus adalah kombinasi pakaian yang membuat tubuh terlihat “seimbang”, kini pandangan tersebut mulai terbukti bergeser. Lebar bahu yang harus pas, panjang celana harus tepat, pinggang berada di tempat yang semestinya. Tapi fashion memang punya kebiasaan menarik untuk mengubah sendiri aturan yang sebelumnya dianggap benar. Belakangan, siluet justru terasa semakin menarik ketika proporsinya sedikit atau bahkan sangat “menyimpang”.

Terlihat pada runway Bottega Veneta Spring 2026. Matthieu Blazy dan Louise Trotter bermain dengan tailoring berbahu lebar, volume yang besar, serta celana dengan tepian ekstra panjang hingga tampak masuk ke sepatu. Di Rick Owens Spring 2026, bahu dibuat unik dan melebar, sementara sepatu platform ikut memberi ilusi tubuh yang lebih panjang sampai menghasilkan siluet yang nyaris tidak realistis. Untuk Fall 2026, direksi ini kembali muncul lewat bahu yang semakin lebar, rok atau mantel bervolume besar, hingga bentuk tubuh yang sengaja dibuat tidak mengikuti anatomi sebenarnya.

Bottega Veneta

Rick Owens

Yang membuatnya menarik adalah bagaimana “kesalahan” tersebut mengubah cara fashion mendefinisi ulang siluet tubuh. Celana yang terlalu panjang membuat kaki terlihat berbeda. Bahu yang terlalu besar mengubah postur menjadi lebih teatrikal. Lengan yang terlewat panjang bisa membuat pakaian terasa lebih kasual, bahkan sedikit absurd. Proporsi kini tidak lagi digunakan untuk memperbaiki tubuh, tetapi untuk memberikan karakter.

Fenomena ini juga terasa di luar runway. Justin Bieber, misalnya, beberapa kali tampil dengan kombinasi pakaian yang sengaja oversized beberapa waktu terakhir, sementara Rihanna memadukan hoodie oversized dengan elemen yang jauh lebih fitted. Kontras seperti ini menunjukkan bahwa proporsi yang tidak biasa tidak selalu berarti seluruh tampilan harus dibuat berlebihan. Justru permainan antara sesuatu yang kebesaran dan sesuatu yang pas di tubuh membuat siluet terasa lebih modern.

Justin Bieber

Rihanna

Kesimpulannya, fashion mungkin memang tidak selalu ingin membuat tubuh terlihat “lebih bagus”. terkadang justru pakaian hanya membuat kita terlihat berbeda. Dan ketika proporsi yang terasa salah dipilih dengan sengaja, di situlah sebuah outfit secara signifikan memberi attitude.

Images: Courtesy of firstVIEW, WWD, Backgrid

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *