
LUH Debut dengan Re:Bloom, Koleksi yang Memadukan Desain Modern dan Warisan Indonesia
Terinspirasi dari kebaya, beskap, dan sarung, namun dengan interpretasi segar untuk tampilan sehari-hari.
Dunia fashion perempuan Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran label baru yang menawarkan perspektif segar. Pada 2 Juli 2026 lalu, LUH resmi diperkenalkan kepada publik melalui koleksi perdananya bertajuk “Re:Bloom” dalam sebuah acara peluncuran yang berlangsung di Acta Brasserie, Senayan, Jakarta Pusat. Tak sekadar menjadi debut sebuah label, koleksi Re:Bloom ini juga menjadi pernyataan LUH tentang bagaimana warisan budaya dapat terus bertumbuh dan menemukan bentuk baru yang relevan dengan gaya hidup perempuan masa kini.
Baca juga: SMARA, Koleksi SENSES dan Sonderlab yang Mewakili Jawa Tengah
Sesuai dengan namanya, Re:Bloom mengangkat makna “bersemi kembali”, sebuah proses kembali ke akar, lalu berkembang menjadi identitas yang lebih modern. Filosofi tersebut diterjemahkan melalui rancangan dengan konstruksi fluid yang menghasilkan siluet tegas sekaligus tampak feminin. Detail-detail lembut seperti bros bunga pada atasan dan aksen lipit pada bagian pinggang celana turut melengkapi desain, menghadirkan keseimbangan antara karakter kontemporer dan sentuhan budaya Indonesia yang menjadi napas utama koleksi ini.




Baca juga: Exciting News, Kita Memasuki Era Label Lokal yang Lebih Desireable!
Koleksi perdana LUH ini terdiri atas 13 item, meliputi 10 atasan dan tiga bawahan yang dibuat menggunakan material satin blend serta 100% katun. Keistimewaan koleksi ini terletak pada pengerjaan detailnya. Setiap atasan berbahan satin itu diperkaya dengan bros bersulam tangan dan artisanal embellishment, menghadirkan nilai craftsmanship yang menjadi identitas khas LUH.
Dengan rentang harga Rp650.000 hingga Rp800.000, LUH juga mengusung konsep see-now-buy-now pada peluncurannya. Artinya, para tamu maupun pencinta mode dapat langsung memiliki koleksi yang baru saja diperkenalkan. Seluruh lini LUH Re-Bloom juga tersedia secara bersamaan melalui situs resmi shop-luh.com serta platform Shopee, sehingga memudahkan calon konsumen di berbagai daerah.
Baca juga: Permasalahan Dupe dan Alternatif Brand Lokal yang Punya Value Lebih


LUH, yang namanya berarti “perempuan” dalam bahasa Bali, merupakan sister brand dari SENSES, namun hadir sebagai identitas yang berdiri sendiri. Keduanya lahir dari visi yang sama, yakni menghadirkan apresiasi terhadap tradisi kreatif Indonesia melalui sudut pandang “dari perempuan untuk perempuan”. Jika SENSES dikenal dengan pendekatan bespoke dan occasional wear untuk berbagai momen istimewa, LUH menawarkan interpretasi yang lebih kasual dan fungsional, tanpa meninggalkan akar budaya Nusantara.

Melalui siluet kontemporer yang terinspirasi dari kekayaan tekstil Indonesia, LUH menghadirkan koleksi yang dirancang mengikuti gaya kehidupan urban yang penuh kesibukan. Setiap rancangannya membawa karakter budaya ke dalam keseharian, membuktikan bahwa warisan lokal dapat dikenakan dengan cara yang modern, praktis, sekaligus elegan.


Dengan hadirnya Re:Bloom sebagai langkah pertamanya, LUH memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah label tidak selalu dimulai dari sesuatu yang sepenuhnya baru. Justru dengan kembali pada akar tradisi, lalu mengembangkannya melalui bahasa desain yang segar, LUH membuka lembaran baru bagi perempuan Indonesia yang ingin tampil autentik, classy, dan dekat dengan identitas budayanya.
Images: Courtesy of LUH


